Senin, 05 Maret 2018

MAKALAH IMAN KEPADA HARI AKHIR



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setiap umat Islam meyakini bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara. Namun, keyakinan tersebut belum banyak mempengaruhi sebagian besar umat muslim, khususnya di Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya orang yang takut akan kematian, atau masih cenderung mementingkan dunia. Mengapa hal itu bisa terjadi ?. Sebab mereka belum mengimplementasikan iman kepada hari kamat.

B.     Rumusan Masalah
1. Apa itu iman kepada hari kiamat ?
2. Apa itu hari kiamat ?
3. Apa macam-macam dan tanda-tanda hari kiamat ?
4. Bagaimana implementasi iman kepada hari kiamat ?

C.     Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu iman kepada hari akhir.
2. Mengetahui apa itu hari kiamat.
3. Mengetahui macam-macam dan tanda-tanda hari kiamat.
4. Mengetahui apa saja implementasi iman kepada hari kiamat.


BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Hari Kiamat
Yawm al-Qiyamah adalah hari kebangkitan seluruh umat manusia dari Adam hingga manusia terakhir. Ajaran ini diyakini oleh umat Islam, Kristen, dan Yahudi. Al-Qiyamah juga nama dari salah satu ayat ke 75 di dalam al-Quran
Kalimat kiamat dalam bahasa Indonesia adalah hari kehancuran dunia, kata ini diserap dari bahasa Arab “Yawm al-Qiamah”, yang arti sebenarnya adalah hari kebangkitan umat. Sedangkan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya) dalam bahasa Arab adalah “as-Saa’ah”.
Yawm al-Qiyamah secara bahasa berarti hari kebangkitan umat, terdiri dari tiga suku kata,yaitu :
1.Yawm               : Hari, masa, atau periode
2. Qiyam             : Tegak, bangkit, berdiri
3. ‘Ummah           : Umat, bangsa
Secara istilah Yaumul Qiamah sering diartikan dari hari kiamat (kehancuran alam semesta besera isinnya). Yaumul Qiamah sama halnya dengan Yawm ad-Din yang artinya suatu periode (massa) di mana akan terjadi kebangkitan sebuah komunitas umat manusia yang hidup berdasarkan agama Allah (dinullah).

B.     Makna Iman Kepada Hari Kiamat
Makna Iman kepada Hari Akhir adalah meyakini dengan pasti akan kedatangannya dan beramal ibadah karenanya, dan termasuk dalam hal ini adalah beriman kepada tanda-tanda Hari Kiamat, kematian dan apa yang terjadi sesudahnya berupa fitnah kubur, azab, dan nikmatnya, beriman kepada tiupan sangkakala, keluarnya makhluk dari kubur, perincian mahsyar, pembagian shuhuf  (buku catatan amal), ditegakkannya mizan, shirath, haudh (telaga), syafaat, surga, dan neraka.

Termasuk beriman kepada Hari Akhir adalah beriman kepada Ba’ts dan an-Nusyur, yaitu dihidupkannya manusia oleh allah setelah mereka mati. Ba’ts ini ditetapkan oleh al-Quran dan as-Sunnah, akal dan fitrah, kita beriman dengan yakin bahwa allah membangkitkan penghuni kubur,ruh dikembalikan kepada jasad, maka manusia bangkit kepada Rabb alam semesta.[1] Allah berfirman dalam Q.S Al-Mu’minun : 15-16

ثم انكم بعد ذلك لميتون (15) ثم انكم يوم القيمة تبعثون(16)   
Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati, kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.”. (Q.S Al-Mu’minun : 15-16)

C.    Macam-Macam dan Tanda-Tanda Hari Kiamat
1. Kiamat Shughra (Kiamat Kecil)
Kiamat kecil adalah kematian. Karena, setiap makhluk yang mati berarti telah mengalami kiamatnya. Sebuah hadist shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim menjelaskan hal ini; Dari Aisyah R.A, dia menuturkan: “sekelompok Arab Badui yang kasar perangainya datang menghadap Nabi, mereka bertanya kepada beliau kapan terjadinya kiamat ? Nabi lantas memandangi orang yang paling muda di antara mereka, kemudian beliau bersabda : ‘Jika anak muda ini terus hidup, maka sebelum penyakit pikun menyerangnya, kalian sudah mengalami Kiamat kalian.’”[2]
Ibu Katsir menjelaskan: “Maksudnya, generasi mereka sudah habis dan mereka sudah masuk alam akhirat. Karena, orang yang telah meninggal dunia itu dihukumi telah masuk alam akhirat.[3]



2. Kiamat Kubra
Tanda-Tanda :
a.Tanda-Tanda Kecil Kiamat Yang Telah Terjadi dan Sudah Berakhir
1. Diutusnya Nabi Muhammad
Jarak antara diutusnya Nabi Muhammad dengan waktu terjadinya kiamat itu sangat dekat, hanya seperti kelebihan panjang jari tengah atas jari telunjuk. Beliau bersabda: “Aku diutus bersama dengan kiamat,seperti dua jari ini.” Beliau memberi isyarat dengan dua jarinya,lalu merenggangkannya.


2. Terbelahnya Bulan
Al-Quran menyatakan dalam Q.S Al-Qamar : (1-2) “Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. Dan jika (orang-orang Musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: (Ini adalah) sihir yang terus menerus.”
3. Munculnya Api di Hijaz
   Dari Abu Hurairah; Rasulullah bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sebelum keluarnya api di tanah Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di Bushra.”[4]
   Ahli sejarah, Ibnu Katsir, telah mengisahkan peristiwa keluarnya api besar yang terjadi pada tahun 654 H. Ia menuturkan dalam kitabnya, al-Bidayah wan Nihayah, sebagai berikut:
   Pada tahun itu muncullah api yang besar di negeri Hijaz yang dapat menerangi leher-leher unta di Bushra, persis sebagaimana yang diungkapkan dalam hadist muttafaq ‘alaih. Syaikh al-Allamah al-Imam al- Hafizh Syaibuddin Abu Syamah al- Maqdisi menungkap peristiwa tersebut secara panjang dalam kitabnya, ad-Dzul wa Syarhuhu.
4. Berhentinya pembayaran Jizyah dan Kharraj
Jizyah adalah pajak yang dibayarkan oleh orang kafir dzimmi di negara Islam. Sedangkan kharraj adalah pajak (royalti) yang dikeluarkan oleh orang yang memanfaatkan tanah yang dibuka dinegara Islam. Rasulullah mengabarkan bahwa keduanya akan terhenti. Dijelaskan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah bersabda: ‘Orang-orang Irak pasti menolak memberikan dirham dan qafiz-nya, orang-orang Syam pasti menolak memberikan mud dan dinarnya, dan orang-orang Mesir pun pasti menolak memberikan irqib dan dinarnya. Kalian pasti kembali ke tempat pertama.’ Daging dan darah Abu Hurairah menjadi saksi atas hal itu.”[5]
Qafiz, mud, dan irqib merupakan takaran yang digunakan pada masa itu. Dan pada masa sekarang ini, banyak negeri Islam yang dikuasai oleh kaum kafir. Mereka melenyapkan sistem khilafah dan menolak syariat Islam sebagai dasar hukum.
b. Tanda Kecil Kiamat yang Sudah Terjadi dan Masih Berlangsung
1. Terjadinya Berbagai Penaklukan dan Peperangan
Dalam riwayat riwayat al-Bukhari dan Muslim lainnya yang juga bersumber dari Abu Hurairah, disebutkan dengan redaksi: "Tak akan terjadi Kiamat sebelum kalian memerangi bangsa Turki yang matanya sipit, wajahnya merah, hidungnya pendek melengkup, seakan wajah mereka adalah tameng yang dilapisi kulit. Dan, tidak akan terjadi Kiamat sebelum kalian memerangi kaum yang sandalnya terbuat dari bulu" (Redaksi ini menurut riwayat al-Bukhari."[6]
Kabar yang disampaikan oleh Rasulullah itu memang terjadi. Buktinya umat Islam telah memerangi Turki lebih dari satu kali. Dalam hal ini, Imam an-Nawawi mengisahkan tentang bangsa Tartar yang yang menyerang umat Islam: " Mereka bangsa Turki yang diceritakan Rasulullah, memang ditemukan pada masa sekarang ini, memang seperti itu.
Ciri-ciri mereka sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah: matanya sipit, wajahnya merah, hidungnya pendek menelungkup, wajahnya lebar seperti tameng yang dilapisi kulit, dan memakai sandal yang terbuat dari bulu.
2. Rusaknya Kaum Muslimin
Kemajuan dan kejayaan umat Islam hanya bisa diraih dengan munculnya pribadi-pribadi yang shalih di tengah-tengah umat. Pribadi-pribadi yang mengejawantahkan akhlak mulia, menegakkan keadilan di masyarakat, meluruskan yang bengkok, dan memperbaiki yang rusak. Merekalah yang membawa amanat, yang enggan dipikul oleh langit dan bumi.
Amanat disini maksudnya adalah keimanan dan taklif (kewajiban) yang dibebankan kepada setiap manusia, termasuk diantaranya menunaikan harta dan hak orang lain. Rasulullah telah mengabarkan bahwa amanat ini akan dicabut secara berangsur-angsur.
Fenomena diabaikannya sifat amanat ini bahkan telah tampak pada masa Huzaifah, apalagi di masa ini. Bahkan, pada masa nanti penghianatan akan lebih banyak terjadi daripada sekarang ini
3. Budak Perempuan Melahirkan Tuannya
   Menurut para ulama, yang dimaksud dengan sabda Rasulullah "seorang budak perempuan melahirkan budaknya" adalah berita tentang banyaknya budak perempuan dan anak-anak mereka. Karena harta seseorang pasti diwariskan kepada anaknya.
   Menurut suatu pendapat maknanya yaitu bahwa budak perempuan tersebut akan melahirkan para raja, sehingga si ibu menjadi rakyat, sementara si anak menjadi tuannya dan juga tuan bagi orang lain dari rakyatnya. Semua itu telah terjadi. Banyak sekali orang merdeka yang lahir dari hamba sahaya.
4. Konspirasi Orang-orang Kafir Untuk Memerangi Umat Islam
Hadist Tsauban menyebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
يُوْشِكُ الْاُمَمُ اَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْاَكَلَةُ اِلَى قَصْعَتِهَا
   "Hampir tiba masanya berbagai umat akan menyerbu kalian, seperti orang-orang yang akan makan menyerbu nampan."
   Seseorang bertanya: "Apakah karena jumlah kita yang sedikit ketika itu?" Nabi menjawab: "Justru jumlah kalian sangat banyak ketika itu. Tetapi kalian seperti buih air bah. Sungguh, Allah akan mencabut rasa takut terhadap kalian dari dalam dada musuh kalian, dan Allah akan menumbuhkan penyakit wahn di dalam hati kalian."
   Seseorang bertanya lagi: "Apa penyakit wahn itu?" Nabi menjawab: " Cinta dunia dan benci kematian."
   Tercatat dalam sejarah berapa kali orang-orang kafir menggempur umat Islam. Ini membuktikan bahwa kabar dari Nabi tersebut memang benar. Diantaranya:
a)      Gempuran dahsyat tentatar Salibis terhadap umat Islam.
b)      Invasi bangsa Tartar terhadap sebagian besar wilayah Islam.
c)      Beberapa abad terakhir ini, tentara Salibis, Yahudi, dan kaum kafir lainnya bersekutu untuk menjatuhkan khalifa Islam.
5. Mengucapkan salam secara khusus, maraknya perniagaan, dan pemutusan hubungan silaturrahim.
3. Tanda-tanda besar kiamat
a)      Kabut
b)      fitnah Dajjal
c)      Turunnya Isa Al-masih
d)     sirnanya Islam, diangkatnya al-Quran, dan di wafatkanya orang-orang baik.
e)      terbitnya matahari dari tempat terbenamnya.
f)       api yang menggiring manusia ketempat perkumpulan mereka.
 
                
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Makna Iman kepada Hari Akhir adalah meyakini dengan pasti akan kedatangannya dan beramal ibadah karenanya, dan termasuk dalam hal ini adalah beriman kepada tanda-tanda Hari Kiamat, kematian dan apa yang terjadi sesudahnya berupa fitnah kubur, azab, dan nikmatnya, beriman kepada tiupan sangkakala, keluarnya makhluk dari kubur, perincian mahsyar, pembagian shuhuf  (buku catatan amal), ditegakkannya mizan, shirath, haudh (telaga), syafaat, surga, dan neraka.
Kita sebagai umat muslim yang taat kepada Allah harus memperbanyak amal ibadah untuk bekal kelak di yaumul qiyamah.
B. Saran
Kami sangat menyadari dalam penyajian makalah ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu kami sangat berharap pembaca memberi saran dan kritik yang membangun guna menyijikan makalah-makalah selanjutnya yang lebih berkualitas.


DAFTAR PUSTAKA
Aziz,Abdul. 2011. Keyakinan, Ucapan, dan Perbuatan PEMBATAL KEISLAMAN. Jakarta: Darul Haq
Al-Asyqar, Umar Sulaiman Abdullah. 2014. Tanda-Tanda Kiamat. Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i



[1]Pembatal Keislaman karya Abdul Aziz (hlm.306).
[2]Tanda-Tanda Kiamat karya Umar Sulaiman (hlm.19).
[3]Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir (I/24).
[4]Tanda-Tanda Kiamat karya Umar Sulaiman (hlm: 215)
[5]Ibid (hlm: 229)
[6]Ibid. (Hlm: 239)