Kamis, 01 Maret 2018

MAKALAH IMAN KEPADA ROSUL



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Beriman kepada Rasul adalah salh satu pokok terpenting yang harus dilakukan oleh seluruh umat Islam, selain beriman kepada Allah, malaikat, kitab, hari akhir dan kepada qadha dan qadar. Seorang belum dikatak beriman kepada Tuhannya apabila ia belum dapat mayakini dalm hatinya, bahwa Tuhan telah mengutus rasul untuk memberikan petunjuk pada umatnya, yaitu untuk menyembah kepada Allah.
Maka dari itu sebagai umat muslim kita wajib meyakini bahwa rasul adalah utusan Allah yang patut kita percayai dan kita Imani. Maka dari itu, pada makalah ini kami akan membahas tentang iman rasul, tidak hanya membahas tentang iman kepada rasul saja melainkan juga tentang cara mengimaninya dan ibrah yang dapat diambil dari beriman kepada Rasul.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan beriman kepada rasul?
2.      Bagaimana cara beriman kepada rasul?
3.      Apa ibrah dari beriman kepada rasul?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian iman kepada rasul.
2.      Untuk mengetahui bagaimana cara beriman kepada rasul.
3.      Untuk mengetahui ibrah beriman kepada rasul.



BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian dan Dalil Iman kepada Rasul Allah

1.  Iman Kepada Rosul
Iman kepada rosul termasuk salah satu rukun Iman.Allah mewajibkan atas setiap orang Islam agar beriman kepada semua rasul yang diutus olehNya.Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman (QS.Al Baqarah 136) :
Katakanlah : “Kita semua beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kita dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim,Ismail,Ishak,Jakub,dan anak anaknya,juga apa yang diberikan kepada Musa dan Isa dan apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.Kita tidak membedakan  seorangpun diantara mereka  dan kta patuh kepadaNya.”
Yang dimaksud Iman kepada rasul rasul Allah ialah meyakini bahwa Allah SWT mengutus rasul rasul kepada manusia untuk memberi petunjuk kepada mereka dan menyempurnakan kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.[1]
Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diangkat sebagai utusan dengan tujuan menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup. Sedangkan  Nabi adalah Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt yang berisi syariat (hukum hukum agama)untuk dirinya dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.
Ada juga sebutan Ulul Azmi. Ulul Azmi adalah utusan Allah yang memiliki kesabaran dan ketabahan yang tinggi dalam menyampaikan risalah pada umatnya.
5 rasul ulul azmi tersebut yaitu,
  1. Nabi Nuh As.
  2. Nabi Ibrahim As.
  3. Nabi Musa As.
  4. Nabi Isa As.
  5. Nabi Muhammad Saw.
2. Dalil Naqli Iman Kepada Rasul
1. QS Al-An’am Ayat 48

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Dan kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan.Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS. Al An’am 6 : 48).
2. QS An-Nisaa Ayat 136
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” 
Allah berfirman,
“tiap tiap umat mempunyai rosul,maka apabila telah datang rasul mereka,diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya” (QS.Yunus [10] : 47)
Demi Allah sesungguhnya kami telah mengutus rasul rasul kami kepada umat umat sebelum kamu ,tetapi setan menjaikan umat umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk),maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi merekaa azab yang pedih”. (QS.Al Nahl [16]:63) 
Rasul yang pertama adalah Adam,sedangkan yang terakhir adalah Muhammad Saw.Disebutkan bahwa jumlah para nabi adala 124.000,yang 313 orang diantaranya adalah rasul.Yang wajib diimani secara terperinci ada 25 yaitu rasul rasul yang disebutkan nama namanyadalamAlquran,yaitu Adam,Idris,Nuh,Hud,Shaleh,Ibrahim,Luth,Ismail,Ishaq,Yaqub,Yusuf,Ayyub, Syuaib,Musa,Harun,Zulkifli,Daud,Sulaiman,Ilyas,Ilyasa,Yunus,Zakaria,Yahya,Isa,danMuhammad SAW.[2]
Adapun rasul rasul yang diceritakan oleh Allah Taala dan wajib diimani oleh kita semua, ada dua puluh lima orang,yaitu sebagaimana dalam firmaNya :
“Dan itulah hujjah (alasan) yang kami (Allah) berikan kepada Ibrahim dalam menghadapi kaumnya.Kami tinggikan derajat siapa yang kami kehendaki.Sesngguhnya Tuhanmu itu Maha Bijaksana lagi Mengetahui.Dan kami anugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Yaqub masing masing  kami beri petunjuk dan sebelum itu kami berikan petunjuk pula kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunanya (Nuh) yaitu Dawud,Sulaiman,Ayyub,Yusuf,Musa dan Harun.Begitulah kami memberikan balasan pahala kepada orang orang yang berbuat kebaikan.Dan Zakaria,Yahya,Isa,ilyas,semuanya termasuk dalam golongan orang orang yang baik baik (sholeh).Dan Ismail,Alyasa,Junus dan Luth.Semuanya kami berikan kelebihan keutamaan dari orang orang seluruh alam”    (QS.An’am 83-86)
Ayat ayat tersebut sudah menghimpun sebanyak delapan belas nama dari para rasul ‘alaihimus sholatu wassalam.Masih ada tujuh rosul lain lagi yang kita juga wajib beriman pada belaiu beliau itu.Nama namanya  disebutkan dalam berbagai ayat yang terpisah yakni :

v  QS Al Imran 33 “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam,Nuh,dan keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi semesta alam’’.
v  QS Al A’raf 65 “Dan kepada kaum Ad kami utuslah saudara mereka (sebagai rasul) yakni Hud”
v  QS Hud 61 “ Dan kepada kaum Tsamud kami utuslah saudara mereka yakni Shalih”
v   QS Hud 84 “ Dan kepada kaum Madyan kami utuslah saudara mereka yakni Syuaib”
v  QS Anbiya 85-86 “Dan Ismail,Idris dan Dzulkifli.Semuanya termasuk orang orang yang berhati tabah (sabar).
Kamimasukan semuanya itu dalam kehormatan kami.Sesungguhnya mereka itu adalah termasuk golongan orang orang yang shalih”
v  QS Ahzab 20 “Muhammad itu bukanya ayah seseorang lelaki dari kamu semua,tetapi ia adalah pesuruh Allah dan penghabisan (penutup) para nabi.”[3]


3.    Cara Beriman kepada Rasul Allah
1. Sifat-Sifat Rasul Allah
Sifat mulia yang dimilik oleh rasul-rasul Allah adalah sifat terbaik dan paling mulia. Jika kita beriman maka wajib hukumya meyakini bahwa rasul-rasul Allah mempunya pribadi yang mulia. Mengingat pekerjaan para rasul sebagai pesuruh Allah untuk memberi petunjuk kepada segenap manusia dan untuk memperbaiki masyarakat atau kaumnya, maka para rasul itu harus mempunya sifat-sifat yang senantiasa melekat pada dirinya[4].sifat-sifat tersebut diantarany:
Sifat wajib para Rasul, yaitu:
a. sidiq (jujur) mustahil bohong
b. Amanah mustahil khianat
c. Tabligh mustahil kitman
d. cerdas mustahil bodoh 
2. Cara beriman kepada rasul Allah
a. mengikuti risalah dari Allah
b. mengikuti petunjuk yang dibawa oleh rasul Allah seperti tatacara ibadah, berpakaian, bermasyarakat dan lain-lain
c. berjuang dan membela agama Allah (amar ma’ruf nahi munkar)
3. Implikasi Iman kepada Rasul[5]
a. mengetahui perhatian dan rahmat Allah kepada manusia
b. bersyukur atas nikmat risalah Islam
c. mencintai dan menghormati para rasul dengan pantas
d. mengikuti dengan ridha risalah yang dibawa, terdapat dalam surah Thaha 20:123-124
 “Dia (Allah) berfirman, ‘Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan tercela. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan kumpulkannya pada hari kiamat dalamkeadaan buta’”.


C.    Ibrah Beriman kepada Rasul Allah
Allah telah melebihkan para rasul diantara yang satu dengan yang lainnya dan diberikan mukjizat sesuai dengan tuntutan zamannya. Untuk mengetahui kisah para nabi secara rinci silahkan baca Al- Qur’an dalm surat-surat yang memuat kisah mereka secara khusus. Kisah para nabi hendaknya dijadikan ibrah (pelajaran) oleh kita, oleh umat Muhammad.
Umat islam dijadikan umat yang adil dan pilihan karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat. Umat islam adalah umat yang mendapat petunjuk dari Allah SWT sehingga mereka menjadi umat yang adil dan pilihan dan akan menjadi saksi atas keingjaran orang-orang kafir. Umat islam harus senantiasa menegakan keadilan serta membela yang benar menghindari dari yang batil.

Dari beriman kepada Rasul, secara singkat kita dapat mengambil hikmah:
1.      Mendapat rahmat Allah sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat kesempurnaan-Nya
2.      Mengajarkan kepada manusia agar dalam hidup dapat selamat dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.
3.      Memberikan petunjuk dan suri tauladan sehingga akan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Memberi bimbingan kepada manusia agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT.
5.      Kita dapat membedakan antara yang benar atau yang salah (buruk).
6.      Sebagai prioritas untuk mencapai kebenaran yang hakiki karena mendapat petunjuk dari Allah dan menjadi tahu akan hakikat dirinya sendiri, sehingga akan bartambah iman kepada Allahdan juga kepada Rasul Allah.
7.      Kita dapat mengetahui kehidupan sesudah mati.[6]

 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan 
 Yang dimaksud Iman kepada rasul rasul Allah ialah meyakini bahwa Allah SWT mengutus rasul rasul kepada manusia untuk memberi petunjuk kepada mereka dan menyempurnakan kehidupan mereka di dunia dan di akhirat. 
Cara beriman kepada rasul Allah dapat dilakukan dengan mengikuti risalah dari Allah, mengikuti petunjuk yang dibawa oleh rasul Allah seperti tatacara ibadah, berpakaian, bermasyarakat dan lain-lain, berjuang dan membela agama Allah (amar ma’ruf nahi munkar). 
Implikasi Iman kepada Rasul dapat diketahui dengan mengetahui perhatian dan rahmat Allah kepada manusia, bersyukur atas nikmat risalah Islam, mencintai dan menghormati para rasul dengan pantas, mengikuti dengan ridha risalah yang dibawa, terdapat dalam surah Thaha 20:123-124 
B.     Saran 
      Dengan adanya pembahasan tentang beriman kepada Rasul ini, pemakalah berharap kepada kita semua agar selalu ingat akan kematian dan mempersiapkan diri untuk menyambut kematian itu. Selain itu, pemakalah juga berharap agar pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua serta dapat mengajarkannya dengan baik ketika telah menjadi seorang guru di masa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA
          Zain,Habib.1998.Mengenal Mudah Rukun Iman,Islam,Ihsan.Bandung.Mizan

Sabiq,Sayid.1996.Aqidah Islam.Bandung.CV Diponegoro

Zainul Arifin, Tauhid dan Implikasinya dalam kehidupan, (Semarang:2015)



[1] Zain,Habib.1998.Mengenal Mudah Rukun Iman,Islam,Ihsan.Bandung.Mizan,hlm.116.
[2] Zain,Habib.1998.Mengenal Mudah Rukun Iman,Islam,Ihsan.Bandung.Mizan,hlm.116.
[3] Sabiq,Sayid.1996.Aqidah Islam.Bandung.CV Diponegoro,hlm.279
[4] Zainul Arifin, Tauhid dan Implikasinya dalam kehidupan, (Semarang:2015), hal. 97
[5] Zainul Arifin, Tauhid dan Implikasinya dalam kehidupan, (Semarang:2015), hal. 98

[6] www.bacaanmadani.com ,7 Desember 2017. Pukul 11.37

Tidak ada komentar:

Posting Komentar