BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Beriman kepada Rasul adalah salh satu pokok
terpenting yang harus dilakukan oleh seluruh umat Islam, selain beriman kepada
Allah, malaikat, kitab, hari akhir dan kepada qadha dan qadar. Seorang belum
dikatak beriman kepada Tuhannya apabila ia belum dapat mayakini dalm hatinya,
bahwa Tuhan telah mengutus rasul untuk memberikan petunjuk pada umatnya, yaitu
untuk menyembah kepada Allah.
Maka dari itu sebagai umat muslim kita wajib
meyakini bahwa rasul adalah utusan Allah yang patut kita percayai dan kita
Imani. Maka dari itu, pada makalah ini kami akan membahas tentang iman rasul,
tidak hanya membahas tentang iman kepada rasul saja melainkan juga tentang cara
mengimaninya dan ibrah yang dapat diambil dari beriman kepada Rasul.
1. Apa
yang dimaksud dengan beriman kepada rasul?
2. Bagaimana
cara beriman kepada rasul?
3. Apa
ibrah dari beriman kepada rasul?
1.
Untuk mengetahui
pengertian iman kepada rasul.
2.
Untuk mengetahui
bagaimana cara beriman kepada rasul.
3. Untuk
mengetahui ibrah beriman kepada rasul.
BAB
II
PEMBAHASAN
Iman kepada rosul termasuk salah satu rukun Iman.Allah mewajibkan
atas setiap orang Islam agar beriman kepada semua rasul yang diutus
olehNya.Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman (QS.Al Baqarah 136) :
Katakanlah : “Kita semua
beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kita dan apa yang
diturunkan kepada Ibrahim,Ismail,Ishak,Jakub,dan anak anaknya,juga apa yang
diberikan kepada Musa dan Isa dan apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari
Tuhannya.Kita tidak membedakan seorangpun
diantara mereka dan kta patuh kepadaNya.”
Yang dimaksud Iman kepada rasul rasul Allah ialah meyakini bahwa
Allah SWT mengutus rasul rasul kepada manusia untuk memberi petunjuk kepada
mereka dan menyempurnakan kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.[1]
Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diangkat sebagai utusan
dengan tujuan menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia untuk
dijadikan pedoman hidup. Sedangkan Nabi adalah Manusia pilihan
yang diberi wahyu oleh Allah Swt yang berisi syariat (hukum hukum agama)untuk
dirinya dan tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.
Ada juga sebutan Ulul
Azmi. Ulul Azmi adalah utusan Allah yang memiliki kesabaran
dan ketabahan yang tinggi dalam menyampaikan risalah pada umatnya.
5 rasul ulul azmi
tersebut yaitu,
- Nabi Nuh As.
- Nabi Ibrahim As.
- Nabi Musa As.
- Nabi Isa As.
- Nabi Muhammad Saw.
2. Dalil Naqli Iman
Kepada Rasul
1. QS Al-An’am Ayat 48
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ
وَمُنْذِرِينَ ۖ فَمَنْ آمَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا
هُمْ يَحْزَنُونَ
“Dan kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan
kabar gembira dan memberi peringatan.Barangsiapa yang beriman dan mengadakan
perbaikan, maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.”(QS. Al An’am 6 : 48).
2. QS An-Nisaa Ayat 136
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada
Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan
kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul-Nya, dan
hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”
Allah
berfirman,
“tiap tiap umat
mempunyai rosul,maka apabila telah datang rasul mereka,diberikanlah keputusan
antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya” (QS.Yunus [10] : 47)
“Demi Allah sesungguhnya kami
telah mengutus rasul rasul kami kepada umat umat sebelum kamu ,tetapi setan
menjaikan umat umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk),maka setan
menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi merekaa azab yang pedih”.
(QS.Al Nahl [16]:63)
Rasul yang pertama adalah Adam,sedangkan yang
terakhir adalah Muhammad Saw.Disebutkan bahwa jumlah para nabi adala
124.000,yang 313 orang diantaranya adalah rasul.Yang wajib diimani secara
terperinci ada 25 yaitu rasul rasul yang disebutkan nama namanyadalamAlquran,yaitu
Adam,Idris,Nuh,Hud,Shaleh,Ibrahim,Luth,Ismail,Ishaq,Yaqub,Yusuf,Ayyub,
Syuaib,Musa,Harun,Zulkifli,Daud,Sulaiman,Ilyas,Ilyasa,Yunus,Zakaria,Yahya,Isa,danMuhammad
SAW.[2]
Adapun rasul rasul yang diceritakan oleh Allah
Taala dan wajib diimani oleh kita semua, ada dua puluh lima orang,yaitu
sebagaimana dalam firmaNya :
“Dan itulah hujjah (alasan) yang kami (Allah)
berikan kepada Ibrahim dalam menghadapi kaumnya.Kami tinggikan derajat siapa
yang kami kehendaki.Sesngguhnya Tuhanmu itu Maha Bijaksana lagi Mengetahui.Dan
kami anugerahkan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Yaqub masing masing kami beri petunjuk dan sebelum itu kami
berikan petunjuk pula kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunanya (Nuh)
yaitu Dawud,Sulaiman,Ayyub,Yusuf,Musa dan Harun.Begitulah kami memberikan
balasan pahala kepada orang orang yang berbuat kebaikan.Dan
Zakaria,Yahya,Isa,ilyas,semuanya termasuk dalam golongan orang orang yang baik baik
(sholeh).Dan Ismail,Alyasa,Junus dan Luth.Semuanya kami berikan kelebihan
keutamaan dari orang orang seluruh alam” (QS.An’am 83-86)
Ayat ayat tersebut sudah menghimpun sebanyak
delapan belas nama dari para rasul ‘alaihimus sholatu wassalam.Masih ada tujuh
rosul lain lagi yang kita juga wajib beriman pada belaiu beliau itu.Nama
namanya disebutkan dalam berbagai ayat
yang terpisah yakni :
v QS Al Imran 33 “Sesungguhnya Allah telah memilih
Adam,Nuh,dan keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi semesta alam’’.
v QS Al A’raf 65 “Dan kepada kaum Ad kami utuslah
saudara mereka (sebagai rasul) yakni Hud”
v QS Hud 61 “ Dan kepada kaum Tsamud kami utuslah
saudara mereka yakni Shalih”
v QS Hud 84 “
Dan kepada kaum Madyan kami utuslah saudara mereka yakni Syuaib”
v QS Anbiya 85-86 “Dan Ismail,Idris dan
Dzulkifli.Semuanya termasuk orang orang yang berhati tabah (sabar).
Kamimasukan semuanya itu dalam kehormatan
kami.Sesungguhnya mereka itu adalah termasuk golongan orang orang yang shalih”
v QS Ahzab 20 “Muhammad itu bukanya ayah seseorang
lelaki dari kamu semua,tetapi ia adalah pesuruh Allah dan penghabisan (penutup)
para nabi.”[3]
1.
Sifat-Sifat Rasul Allah
Sifat mulia yang dimilik oleh rasul-rasul Allah adalah
sifat terbaik dan paling mulia. Jika kita beriman maka wajib hukumya meyakini
bahwa rasul-rasul Allah mempunya pribadi yang mulia. Mengingat pekerjaan para
rasul sebagai pesuruh Allah untuk memberi petunjuk kepada segenap manusia dan
untuk memperbaiki masyarakat atau kaumnya, maka para rasul itu harus mempunya
sifat-sifat yang senantiasa melekat pada dirinya[4].sifat-sifat
tersebut diantarany:
Sifat
wajib para Rasul, yaitu:
a. sidiq (jujur) mustahil bohong
b. Amanah mustahil khianat
c. Tabligh mustahil kitman
d. cerdas mustahil bodoh
2. Cara beriman kepada rasul
Allah
a. mengikuti risalah dari Allah
b. mengikuti petunjuk yang dibawa oleh rasul Allah
seperti tatacara ibadah, berpakaian, bermasyarakat dan lain-lain
c. berjuang dan membela agama Allah (amar ma’ruf nahi
munkar)
3. Implikasi Iman kepada Rasul[5]
a. mengetahui perhatian dan rahmat Allah kepada manusia
b. bersyukur atas nikmat risalah Islam
c. mencintai dan menghormati para rasul dengan pantas
d. mengikuti dengan ridha risalah yang dibawa, terdapat
dalam surah Thaha 20:123-124
“Dia (Allah)
berfirman, ‘Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi
musuh sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka
(ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak
akan tercela. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia
akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan kumpulkannya pada hari
kiamat dalamkeadaan buta’”.
Allah telah melebihkan para rasul diantara yang satu
dengan yang lainnya dan diberikan mukjizat sesuai dengan tuntutan zamannya.
Untuk mengetahui kisah para nabi secara rinci silahkan baca Al- Qur’an dalm
surat-surat yang memuat kisah mereka secara khusus. Kisah para nabi hendaknya
dijadikan ibrah (pelajaran) oleh kita, oleh umat Muhammad.
Umat islam dijadikan umat yang adil dan pilihan
karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari
kebenaran baik di dunia maupun di akhirat. Umat islam adalah umat yang mendapat
petunjuk dari Allah SWT sehingga mereka menjadi umat yang adil dan pilihan dan
akan menjadi saksi atas keingjaran orang-orang kafir. Umat islam harus
senantiasa menegakan keadilan serta membela yang benar menghindari dari yang
batil.
Dari
beriman kepada Rasul, secara singkat kita dapat mengambil hikmah:
1. Mendapat
rahmat Allah sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat
kesempurnaan-Nya
2. Mengajarkan
kepada manusia agar dalam hidup dapat selamat dan sejahtera baik di dunia
maupun di akhirat.
3. Memberikan
petunjuk dan suri tauladan sehingga akan mudah diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
4. Memberi
bimbingan kepada manusia agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah SWT.
5. Kita
dapat membedakan antara yang benar atau yang salah (buruk).
6. Sebagai
prioritas untuk mencapai kebenaran yang hakiki karena mendapat petunjuk dari
Allah dan menjadi tahu akan hakikat dirinya sendiri, sehingga akan bartambah
iman kepada Allahdan juga kepada Rasul Allah.
7.
Kita dapat
mengetahui kehidupan sesudah mati.[6]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Yang dimaksud
Iman kepada rasul rasul Allah ialah meyakini bahwa Allah SWT mengutus rasul
rasul kepada manusia untuk memberi petunjuk kepada mereka dan menyempurnakan
kehidupan mereka di dunia dan di akhirat.
Cara beriman kepada
rasul Allah dapat dilakukan dengan mengikuti risalah dari Allah, mengikuti petunjuk yang
dibawa oleh rasul Allah seperti tatacara ibadah, berpakaian, bermasyarakat dan
lain-lain, berjuang
dan membela agama Allah (amar ma’ruf nahi munkar).
Implikasi Iman
kepada Rasul dapat diketahui dengan mengetahui perhatian dan rahmat Allah kepada manusia,
bersyukur atas nikmat risalah Islam,
mencintai dan menghormati para rasul dengan pantas, mengikuti
dengan ridha risalah yang dibawa, terdapat dalam surah Thaha 20:123-124
B.
Saran
Dengan adanya pembahasan tentang beriman kepada Rasul
ini, pemakalah berharap kepada kita semua agar selalu ingat akan kematian dan
mempersiapkan diri untuk menyambut kematian itu. Selain itu, pemakalah juga
berharap agar pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua
serta dapat mengajarkannya dengan baik ketika telah menjadi seorang guru di
masa yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Zain,Habib.1998.Mengenal Mudah Rukun Iman,Islam,Ihsan.Bandung.Mizan
Sabiq,Sayid.1996.Aqidah
Islam.Bandung.CV Diponegoro
Zainul Arifin, Tauhid
dan Implikasinya dalam kehidupan, (Semarang:2015)
[1] Zain,Habib.1998.Mengenal Mudah
Rukun Iman,Islam,Ihsan.Bandung.Mizan,hlm.116.
[2] Zain,Habib.1998.Mengenal Mudah Rukun
Iman,Islam,Ihsan.Bandung.Mizan,hlm.116.
[3] Sabiq,Sayid.1996.Aqidah Islam.Bandung.CV Diponegoro,hlm.279
[4] Zainul Arifin, Tauhid dan Implikasinya dalam kehidupan,
(Semarang:2015), hal. 97
[5] Zainul Arifin, Tauhid dan Implikasinya dalam kehidupan,
(Semarang:2015), hal. 98
Tidak ada komentar:
Posting Komentar