KATA PENGANTAR
Puji
Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat Nya sehingga makalah
ini dapat tersusun dengan selesai. Shalawat serta salam tetap tercurah pada
junjungan kita, Nabi Muhammad SAW,keluarga,serta sahabat beliau, yang selalu
kita nanti syafaat Nya di hari kiamat nanti. Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikiranya.
Dan
harapan kami, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca. Untuk kedepanya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena
keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini.
Semarang, 19
September 2017
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Al Qur’an adalah salah satu dari keempat
kitab-kitab Allah SWT yg diturunkan
melalui malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu (Jibril), kepada Rasul
terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Kitab ini bagaikan sebuah kompas ketika kita
sebagai seorang pelaut yang mengarungi sebuah samudera yang sangat luas dengan
menggunakan sebuah kapal, Al Qur’an adalah Ensiklopedia paling lengkap yang
dapat menjawab berbagai masalah dalam kehidupan di manapun, kapanpun dan
siapapun. Keautenikan naskahnyapun terjaga oleh Allah sampai hari kiamat nanti.
Di dalam mempelajari Al Qur’an dengan
baik dan benar, kita tidak bisa hanya bermodalkan terjemahannya saja. Untuk
memahami kandungan yang tersimpan di dalamnya kita membutuhkan salah satu
cabang ilmu pengetahuan yang secara khusus membahas tentang Al Qur’an. Ilmu
khusus yang mempelajari tentang Al
Qur’an adalah Ulumul Qur’an
Untuk belajar lebih dalam sebelumnya
kita harus mempelajari tentang pengertian Ulumul Qur’an, Ruang lingkup dan
pokok-pokok bahasan dari Ulumul Qur’an dan sejarah perkembangan Ulumul Qur’an
dari masa ke masa.
B. Rumusan Masalah
1.
Pengertian
Ulum Al Qur’an ?
2.
Ruang
Lingkup dan Pokok-Pokok Bahasan Ulum Al Qur’an ?
3.
Sejarah
Perkembangan Ulum Al Qur’an ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Ulumul Qur’an
Istilah
Ulumul Qur’an , berasal dari bahasa arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Ulum
dan Al-Qur’an. Kata ulum merupakan bentuk jamak dari kata Ilm, yang berasal
dari kata dasar ‘alima-ya’lamu-‘ilman, yang berarti mendapatkan atau mengetahui
sesatu dengan jelas atau mengetahui sesuatu dengan jelas.[1]
Memakai kata jamak karna pembahasan yang dibahas didalamnya lebih dari satu
bahasan.
Al-Qur’an
menurut ulama ushul fiqih dan ulama bahasa adalah kalam Allah SWT yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang lafaz-lafaznya mengandung mukjizat,
membacanya mempunyai nilai ibadah, yang diturunkan secara berangsur-angsur, dan
yang ditulis pada mushaf, mulai dari surah Al-Fatihah sampai surah An-Nas.[2] Al-Qur’an
turun secara berangsur-angsur sesuai kejadian yang terjadi pada saat itu, baik
sebagai pemberi keputusan pada suatu perkara maupun sebuah pembenaran dari
keputusan.
Dengan demikian daat disimpulkan bahwa
Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu yang membahas segala sesuatu yang berhubungan
dengan berbagai aspek yang dapat dilihat atau diambil dari Al-Qur’an. Karena
aspek-aspeknya itu sangat luas maka ilmu yang berhubungan dengan Ulumul Qur’an
ini sangat banyak jenis atau macamnya.
Berikut
adalah pengertian Ulumul Qur’an menurut beberapa ulama :
1. Al-Zarqoni
مباث تتعلّق بالقران الكريم من ناحية نزوله وترتيبه وجمعه وكابته وقراءته وتفسيره واعجازه وناسخه ومنسوخه ودفع الشّبه عنه ونحو ذالك.
Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu yang
membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan Alquranul Karim, yaitu dari aspek
turun, susunan, pengumpulan, tulisan, bacaan, penjelasan (tafsir), mukjizat,
nasikh wal mansukh, serta menolak terhadap hal-hal yang mendatangkan keraguan
terhadapnya (Al-Qur’an).
2. As-Suyuthi
Ilmu yang membahas seluk beluk
Al-Qur’an. Diantaranya, yaitu yang membicarakan aspek turunnya, sanadnya,
bacaannya, lafaznya, maknanya yang berhubungan dengan hukum dan lain
sebagainya.[3]
B.
Ruang Lingkup Dan Pokok-Pokok Bahasan
Ruang lingkup Ulumul Quran dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu : Dirasah Ma Fi
Al-Quran, sebagai kajian yang dilakukan berkenaan dengan materi-materi yang
terdapat dalam Al-Quran seperti kajin tafsir Al-Quran. Dirasah Ma Haula Al-Quran, sebagai kajian yang dilakukan berkenaan
dengan materi-materi seputar Al-Quran tetapi lingkupnya di luar materi dalam
seperti kajian mengenail Asbab An-Nuzul. Dan Living Qur’an, sebagai kajian mengenai penerapan dan aplikasi
Al-Quran pada masyarakat.
Secara umum, pembahasan ‘Ulumul Quran
terbagi kedalam dua ilmu yaitu ‘Ilmu
Al-Riwayah dan ‘Ilmu Dirayah.
1.
‘Ilmu Al-Riwayah sebagai ilmu yang
diperoleh melalui jalan riwayat atau naql,
artinya dengan cara menceritakan kembali atau mengutip. Misalnya pengetahuan
tentang macam-macam bacaan (Al-Qiraat), tempat turunnya ayat, waktu dan
sebab-sebabnya.
2. ‘Ilmu
Dirayah sebagai ilmu yang diperoleh dengan jalan
pembahasan dan penelitian. Misalnya pengetahuan tentang lafaz-lafaz yang gharib (asing), ayat Al-nasikh dan Al-mansukh.[4]
Pembahasan
Ulumul Quran memang banyak, tetapi kita dapat memberikan klasifikasi
berdasarkan tema-temanya.
Pertama,
pembahasan-pembahasan yang berpautan dengan nuzul Al-Quran, yaitu :
a. Auqat Al-Nuzul Wa Mawathin Al-Nuzul
Tema ini berkenaan
dengan ayat-ayat yang diturunkan di Mekah yang dinamai ayat Makkiyah, ayat-ayat
yang diturunkan di kala Nabi berada di kampung atau disebut Hadlariyah,
ayat-ayat yang diturunkan di dalam safar yang dinamai Safariyah, ayat-ayat yang
diturunkan pada siang hari dinamai Nahriyah, ayat-ayat yang diturunkan pada
malam hari dinamai Lailiyah.
b. Asbabun Nuzul
Tema ini berkenaan
dengan sebab-sebab turunnya Al-Quran.
c. Tarikhun Nuzul
Tema ini berkenaan
dengan ayat yang mula-mula diturunkan dalam kaitan waktunya, yang
berulang-ulang diturunkannya, yang terakhir hukumnya dari turunnya, yang turun
tidak berurutan, yang turun dalam satu kesatuan, dan lain-lain
Kedua, pembahasan
masalah sanad. Hal ini berhubungan dengan enam macam persoalan, yakni yang
mutawatir, ahad, syadz, beragam qiraat Nabi, para perawi dan huffadz, kaifiyat
Al-tahammul (cara penerimaan riwayat.
Ketiga, masalah
bacaan (tata cara membaca), yaitu soal waqaf, ibtida’, imalah, madd,
men-takhfifkan (meringankan bacaan) hamzah, idgam, dan lain-lain.
Keempat, masalah
pembahasan lafaz. Hal ini terkait dengan beberapa soal, yaitu gharib, mu’rab,
majaz, musytarak, mutaradif, isti’arah dan tasyibih.
Kelima, masalah
makna-makna Al-Quran yang berpautan dengan hukum seperti masalah Lafaz ‘am yang
tetap dalam keumumannya, ‘am yang dimaksudkan khusus ‘am yang dikhususkan
dengan sunah, ‘am yang mengkhususkan sunah, nash yang zhahir, mujmal, mufassal,
manthuq, mafhum, muthlaq, muqoyyad, muhkam, mutasyabih, musykil, nasikh dan
mansukh, muqaddam, muakhar, dan lain-lain
Keenam, masalah
makna-makna Al-Quran yang berpautan dengan lafaz, yaitu fashl dan washl, ijaz,
ithnab, musawah dan qashr.[5]
C. Sejarah
Perkembangan Ulum Al Qur’an
Ketika
kita berbicara Sejarah Perkembangan Ulumul Qur’an, pasti bahasannya sangat luas
dan memerlukan refrensi yang lengkap.
Untuk itu penulis membahas hanya pada bagian-bagian yang dianggap berhubungan
langsung dengan Sejarah Perkembangan Ulumul Qur’an [6].
Secara garis besar Sejarah Perkembangan Ulum Al Qur’an dikelompokan pada enam periode
sebagai berikut :
1. Masa
Sebelum Kodifikasi ( Rasulullah )
Pada
masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW hanya segelintir orang yang mendapat hidayah
dan mereka mebuat sebuah perkumpulan di rumahnya Arqam bin Abi al-Arqam untuk
mempelajari al qur’an, karena Bahasa Al Qur’an adalah Bahasa Arab yang sudah
biasa dipakai sehari-hari, maka apabila mendapat kesulitan dalam mengartikan
ayat ayat al qur’an mereka akan bertanya
pada yang lebih mengerti dan jika masih kurang jelas mereka akan bertanya
langsung pada Sahabat dan Rasulullah.
Rasul
saw dibantu oleh sahabat yang merupakan orang Arab murni, sehingga mampu
menghayati semua keistimewaan bahasa Arab dan kesempurnaan penghafalan serta
kecerdasaan memahami makna. Tapi pada
masa ini belum lahir disiplin ilmu ulumul qur’an, yang terkodifikasi dalam
karya karya tertentu dan diriwayatkan secara lisan dengan alasan sebagai
berikut :
a.
Ada
keinginan rasul memberikan rasa
tanggungjawab pada sahabat untuk meneruskan dakwah nabi, karena khawatir
terjadi salah persepsi bahwa kewajiban dakwah hanya ditunjukan pada sahabat
yang menulis karena pandai menjaga ayat berbentuk naskah.
b.
Para
sahabat adalah orang yang dhabit dan apabila ada permasalahan bisa langsung bertanya
pada rasul.
c.
Ada
beberapa sahabat yang Ummiy dan terbatasanya alat tulis.
2. Masa Persiapan Kodifikasi ( Sahabat dan Tabiin )
Masa
Sahabat berawal dari Khalifah Al- Rasyidin dengan empat khalifah : Abu Bakar,
Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Pada masa Abu Bakar al qur’an dikumpulkan
dalam bentuk tulisan berbagai media seperi batu, pepelah kurma, kulit binatang
dan bergagai media yang dapat memuat tulisan atas usulan Umar bin Khatab, karena
70 > penghafal al quf’an mati syahid dalam perang Yamamah [7].
Lalu
pada masa Utsman bin Affan,
pemerintahannya sering mengadakan ekspansi dan asimilasi ke berbagai daerah di
luar jazirah Arab dan untuk mencegah perusakan ayat al qur’an, dihimpunlah al
qur’an dalam mushaf-mushaf dan pada akhirnya mushaf ustmanilah yg terpilih lalu
diperbanyak dan dikirim ke berbagai daerah [8].
Di
akhir jaman Khalifah Al- Rasyidin, di masa Ali bin Abi Thalib terjadi
penyimpangan cara baca al qur’an sehingga Ali membuat cara membaca yang baik
dan benar yang merupakan cikal bakal ilmu Nahwu.
Ada
beberapa sahabat yang merupakan para pakar-pakar ilmu Tafsir seperti : Khalifah
Al-Rasyidin, Ibnu ‘Abbas, Ibnu Zubair, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit,
‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Musa Al-Asy’ari dan ‘Aisyah.
Masa
selanjutnya adalah masa tabiin, pada masa ini ada beberapa para pemuka dalam
periwayatan seperti : Mujahid ‘Atha’, Iqrimah, Qatadah, al-Hasan al-Bashiry,
Sa’id ibn Jubair, Zaid ibn Aslam di Madinah dan dari putranya, Abdurrahman dan
Malik ibn Anas, dua tokoh generasi tabi’in tabi’in belajar. Mereka semua yang
dianggap sebagai peletak dasar Ilmu Tafsir, Ilmu Asbabun Nuzul, Ilmu Nasikh
& Mansukh, Ilmu Gharib Al Qur’an dan semacamnya.
Banyak
sekolah sekolah yang mengajarkan ilmu tafsir tapi hanya ada tiga yang populer :
a.
Madrasah
Ibnu ‘Abbas di Mekkah
b.
Madrasah
Ubai bin Ka’ab di Madinah
c.
Madrasah
‘Abdullah bin Mas’ud di Kufah [9]
3. Masa Kodifikasi ( Abad 1-2 Hijriyah )
Kodifikasi
Ulumul Qur’an, dimulai sejak munculnya kodifikasi Hadis Nabawiyah dan disusun
beberapa fase pada abad ke 1 H. Fase yang pertama berjumlah 1 bab Ilmu Tafsir serts belum
menjadi sebuah ilmu yang mandiri. Ada beberapa ulama yang menyusun kitab ilmu
tafsir ini seperti :
· Yazid bin Harun as-Salami
· Syu’bah bin al-Hajjaj
· Waki’ bin al-Jarrah
· Sufyan bin ‘Uyainah
· ‘Abdurazzaq bin Humam ash-Shan’ani
Fase
kedua adalah penyusunan Tafsir Qur’an yang sudah menjadi sebuah disiplin ilmu, dan
diriwayatkan dengan sanad yang bersambung, beberapa ulama yang masyhur adalah
sebagai berikut :
·
Ibnu
Majah
·
Ibnu
Jarir at-Thabari
·
Abu
Bakar bin al-Mundzir an-Nisaburi
·
Ibnu
Abi Hatim
·
Ibnu
Hibban
·
Al
Hakim
·
Ibnu
Mardawiyah
Sebagaimana
yang kita ketahui ilmu tafsir adalah cikal bakal ilmu ulumul qur’an, sehingga
yang dibahas pertama kali adalah ilmu tafsir [10].
Selanjutnya
pada abad ke 2 H ada beberapa Ulama yang masyhur seperti :
·
Hasan
al- Basri menyusun kitab tentang bacaan (Qira’at)
·
Atha’
bin Abi Rahab menyusun kitab Gharib Al Qur’an
·
Qatadah
bin Dima’ah as-Sadusi menyusun kitab tentang Nasikh Mansukh
4. Awal Munculnya Istilah ( Abad 3-5 Hijriyah )
Munculnya
istilah Ulumul Qur’an, berawal dari sebuah kitab pada abad ke 3 H karya Muhammad bin Khalaf bin al-Murazban yang
berjudul al-Hawi fi ‘Ulumu Qur’an,
dan kemudian ada juga beberapa karya ulama terkenal seperti :
·
Abu
Ubaid al Qosim bin Salam menyusun kitab tentang Nasikh Mansukh
·
Ali
bin al Madini menyususn kitab tentang Asbab an-Nuzul
·
Ibnu
Qutaibah menyusun kitab Ta’wil Musykil
al-Qur’an dan Tafsir Gharib al-Qur’an
Pada
abad ke 4 H ada beberapa kitab ulama masyhur sebagai berikut :
·
Abu
Ishaq az-Zujaj menyusun kitab I’rab al-Qur’an
·
Ibnu
Darastuwiyah menyususn kitab I’jaz al-Qur’an
·
Abu
Bakar as-Sajistani menyusun kitab Tafsir
Gharib al-Qur’an
·
Abu
Bakar al-Baqilani menyusun kitab I’jaz al-Qur’an
Pada
abad ke 5 H terdapat karya karya ulama masyhur seperti :
·
Ali
bin Ibrahim al-Haufi menyusun kitab tentang I’rab al-Qur’an
·
Al
Mawardi menyusun kitab Amtsal al-Qur’an
·
Abu
al-Hasan al-Wahidi menyusun kitab Asbab an-Nuzul [11]
·
Ibnu
Naqiyah menyusun kitab al-Juman fi Tasybihat
al-Qur’an
5. Perkembangan kitab
Ulumul Qur’an karya-karya para ulama masyhur
(Abad 6-12 Hijriyah)
Pada
abad ke 6 H ada beberapa kitab ulama masyhur sebagai berikut :
·
Al-Karmani
menyusun kitab al-Burhan fi Musytasabih
al-Qur’an
·
Ar-Raghib
al-Ashafahani menyusun kitab al-Mufradat
fi Gharib al-Qur’an
·
Ibnu
al-Badzisyi menyusun kitab al-Iqna fi
Qira’at as-Sabi’
·
As
Suhaili menyusun kitab Mubhamat al-Qur’an
·
Ibn
Al-Jauzi menyusun kitab Funun Afnan fi
Aja’ib Al-Qur’an dan Al-Mujtaba fi
Ulum Tata,allaq bi Al-Qur’an
Pada
abad ke 7 H terdapat karya karya ulama masyhur seperti :
·
‘Alam
ad-Din as-Syakhawi menyusun kitab tentang Qira’at
·
Al-‘Iz
bin Abd as-Salam menyusun kitab Majaz
al-Qur’an
·
Ibnu
Abi al-Ashba’ menyusun kitab Bada’i
al-Qur’an
·
Muhammad
bin Abu Bakar ar-Razi menyusun kitab As’ilat
al-Qur’an wa Ajwibatuha
Pada
abad ke 8 H ada beberapa kitab ulama masyhur sebagai berikut :
·
Ibnu
al-Qayim menyusun kitab at-Tibyan fi
Aqsam al-Qur’an
·
Al-Kharaz
menyusun kitab Maurid az-Zham’an fi Rasm
Ahruf al-Qur’an
·
At-Thufi
menyusun kitab al-Iksir fi ‘ilm al-Tafsir
·
Abu
Hayyan al-Nahawi menyusun kitab Laughat
al-Qur’an
·
Ibnu
Katsir menyusun kitab Fadha’il al-Qur’an
·
Badrrudin
Al Zarkasyi menyusun kitab Al-Burhan fi
Ulum Al-Qur’an[12]
Pada
abad ke 9 H terdapat karya karya ulama masyhur seperti :
· Ibnu Hajar menyusun kitab Asbab an-Nuzl
· Al Kafiyaji menyusun kitab at-Tasisir fi Qawa’id ‘Ilm at-Tafsir
· Jalaludin Al-Buqini Mawaqi menysun kitab
al Ulum min al Mawaqi Al-Nujum
Pada
abad ke 10 H ada beberapa kitab ulama masyhur sebagai berikut :
· Al-Qashtalani menyusun kitab Lathaifal-Isyarat fi Ilm al-Qira’at
· Abu Yahya Zakariya al-Anshari menyusun
kitab Fath ar-Rahman bi-Kasyfi ma
Yaltabisu fi al-Qur’an
· Ibnu as-Syahnah menyusun kitab Gahrib al-Qura’an
· As Suyuthi menyusun kitab Mufhimat al-Aqran fi Mubhamat al-Qur’an dan
Lubab an-Nuqul fi Asbab an-Nuzul [13]
Pada
abad ke 11 H terdapat karya karya ulama masyhur seperti :
· Al-Banna’ menyusun kitab Ittihaf
Fudhala’i al-Basyar fi Qira’at al Arba’a Asyara
· As-Syaikh Mar’i Karami menyusun kitab Qala’id al-Marjan fi an-Nasikh wa
al-Mansukhi min al-Qur’an
· Ahmad bin Muhammad al-Maqqari menyusun
kitab I’rab al-Qur’an
Pada abad ke 12 H ada beberapa kitab ulama
masyhur sebagai berikut :
· Abd al-Ghina an-Nabilsi menyusun kitab Kifayat al-Mustafid fi ‘Ilm al-Tajwid
· Al-Jarmuzi menyusun kitab Tuhfah al-Athal wa al-Ghilman fi Tajwid
al-Qur’an
· Syaikhul Islam Muhammad bin ‘Abdul
Wahhab menyusun kitab Fadha’i al-Qur’an
6. Ulumul Qur’an pada Abad Kontemporer ( Abad 13-14
Hijriyah )
Pada masa
kontemporer disiplin ilmu Ulumul Qu’an lebih berkembang dari pada masa
sebelumnya, dengan seiringnya perkembangan ilmu penegtahuan dan teknologi
manusia. sehinga ulama pada abad ke 13 H menyusun kitab kitab yang lebih baik
lagi seperti beberapa karya berikut ini :
·
Ad-Dimyathi
menyusun kitab Risalat fi Mabdha’i
at-Tafsir
·
Al-Hurini
menyusun kitab al-Jauhar al-Farid fi Rasm
al-Qur’an al-Majid
·
Ibnu
Hamid al-Amiri menyususn kitab an-Nasikh wa al-Mansukh [14]
Pada abad ke 14
H para ulama juga menyususn kitab-kitab seperti :
·
Musthafa
Shadik ar-Rafi’i menyususn kitab I’jaz
al-Qur’an wa al- Balaghat an-Nabawiyyah
·
DR.
Muhammad Abdullah Darraz menyususn kitab an-Naba
al-Azhim
·
Sayid
Quthub menyususn kitab at-Taswir al-Fanni
fi al-Qur’an dan Masyahid al-Qiyamah fi al-Qur’an
·
Muhammad
Husain Adz Dzahabi menyususn kitab at-Tafsir
wa al-Mufassirun
BAB III
KESIMPULAN
Dari uraian di atas
kita dapat menarik kesimpulan bahwa Ulumul Qur’an adalah ilmu-ilmu yang
membahas tentang seluk beluk AL-Qur’an mulai dari sebab turun ayat-ayatnya
hingga penafsirannya baik yang secara ma’tsur maupun ra’yi.
Pembahasan-pembahasan
dalam Ulumul Qur’an yaitu, nuzul Al-Qur’an, pembahasan masalah sanad, masalah
bacaan, masalah pembahasan lafaz, masalah makna-makna Al-qur’an yang berpautan
dengan hukum dan masalah makna-makna AL-Qur’an yang berpautan dengan lafaz.
Dan istilah Ulumul Qur’an
pertama kali dirintis dari sebuah kitab pada abad ke 3 H karya Muhammad bin Khalaf bin al-Murazban
yang berjudul al-Hawi fi ‘Ulumu Qur’an,
dilanjutkan oleh Ali bin Ibrahim
al-Haufi menyusun kitab tentang I’rab
al-Qur’an pada abad ke 5 H. Dan kemudian dikembangkan oleh Ibn Al-Jauzi
menyusun kitab Funun Afnan fi Aja’ib
Al-Qur’an dan Al-Mujtaba fi Ulum Tata,allaq bi Al-Qur’an pada abad ke 6 H
dan diteruskan oleh ‘Alam ad-Din as-Syakhawi menyusun kitab tentang Qira’at
pada abad ke 7 H. Selanjutnya disempurnakan oleh Badrrudin Al Zarkasyi menyusun
kitab Al-Burhan fi Ulum Al-Qur’an
pada abad ke 8 H dan ditingkatkan lagi oleh Jalaludin Al-Buqini Mawaqi menyusun
kitab al Ulum min al Mawaqi Al-Nujum pada
abad ke 9 H dan Al Kafiyaji menyusun kitab at-Tasisir
fi Qawa’id ‘Ilm at-Tafsir pada abad ke 9 H juga hinggan akhirnya
disempurnakan oleh As Suyuthi menyusun kitab Mufhimat al-Aqran fi Mubhamat al-Qur’an dan Lubab an-Nuqul fi Asbab an-Nuzul pada abad ke 10 H [15]
DAFTAR PUSTAKA
Al-Zarkani, Muhammad
Abdul Azim, 2002, Manahil Al-Urfan Fi
Ulum Al-Quran, Jakarta : Gaya Media Pratama
Anwar, Abu,
2012, Ulumul Quran Sebuah Pengantar,
Jakarta: Amzah
Ar-Rumi, Fahad
Bin Abdurrahman, 1996, Ulumul Quran, Yogyakarta:
Titian Ilahi
Hermawan, Acep,
2013, Ulumul Quran, Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya Ofset
pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/ulumul-quran/allsub/65/pengumpulan-al-quran-pada-masa-abu-bakar.html pada tanggal 17 September 2017 Pukul 07.39
http://belajarislam.com/2011/01/penghantar-ulumul-quran
pada tanggal 18 September 2017 Pukul 05.45
http://al-badar.net/ulumul-quran-pada-masa-tabieen-dan-abad-berikutnya
pada tanggal 19 September 2017 Pukul 06.10
[1] Acep Hermawan, ‘Ulumul Qur’an,PT
Remaja Rosdakarya Ofset, Bandung, 2013, hlm.1.
[2] Ibid., hlm.2
[3] Abu Anwar, Ulumul Qur’an Sebuah
Pengantar,Amzah, Jakarta, 2012, hlm.1
[4] Acep Hermawan, ‘Ulumul Qur’an,PT
Remaja Rosdakarya Ofset, Bandung, 2013, hlm.10.
[5] Acep Hermawan, ‘Ulumul Qur’an,PT
Remaja Rosdakarya Ofset, Bandung, 2013, hlm.9.
[7] pustaka.abatasa.co.id/pustaka/detail/ulumul-quran/allsub/65/pengumpulan-al-quran-pada-masa-abu-bakar.html pada tanggal 17 September 2017 Pukul 07.39
[10] http://belajarislam.com/2011/01/penghantar-ulumul-quran pada tanggal 18 September 2017 Pukul 05.45
[13] http://al-badar.net/ulumul-quran-pada-masa-tabieen-dan-abad-berikutnya pada tanggal 19
September 2017 Pukul 06.10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar