Mengesakan
Allah (Tauhid) dan menolak
penyekutuan (Syirik)
terhadapNya merupakan doktrin terpenting yang mendominasi pemahaman-pemahaman
dan ajaran samawi. Hal itu juga merupakan asas segala macam ilmu dan ajaran
Ilahiyyah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul, sebagaimana tercantum dalam
kitab-kitab suci yang diwahyukan kepada mereka. Selain itu, tauhid dan syirik termasuk diantara masalah yang disepakati
oleh seluruh kaum Muslimin. Mereka semua, tak terkecuali, mengesakan
(mentauhidkan) Allah SWT dari segi zat-Nya, perbuatan-Nya, serta ibadah
kepada-Nya. Dalam pandangan mereka semua.
Allah SWT adalah Esa, tak ada yang menyamai-Nya dan
tidak ada padanan baginya, sebagaimana Ia adalah satu-satunya Yang Berkuasa
Penuh dan merupakan Pusat sumber segala pengaruh, Pelaku hakiki serta Pencipta
sebenarnya dari segala yang kita sebut sebagai pelaku atau pencipata.
Allah SWT adalah satu-satunya Ma’bud (yang
ditujukan ibadah kepada-Nya). Tak ada ma’bud selain-Nya, dan sama sekali tidak
dibolehkan adanya ibadah kepada sesuatu selain-Nya. Maka dari itu kita sebagai
umat Islam, kita harus memahami betul definisi tentang ilmu tauhid.
Rumusan masalah pada makalah ini adalah:
1.
Apa defenisi dari Tauhid ?
2.
Apa saja istilah istilah dalam Tauhid ?
3.
Apa saja ruang lingkup dalam Tauhid ?
Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:
1.
Untuk mengetahui apa defenisi dari Tauhid
2.
Untuk mengetahui istilah istilah dalam Tauhid
3.
Untuk mengetahui ruang lingkup dalam Tauhid
Hasil diskusi dari makalah ini diharapkan dapat
memberi informasi tentang Tauhid secara garis besar, sehingga memudahkan kita semua untuk
melangkah ke materi yang selanjutnya.
Dalam pembuatan makalah ini internet membantu kami dalam membuat jurnal
dengan merujuk dari beberapa jurnal dan buku yang ada sebelumnya untuk menyusun
makalah ini. Selain itu kami juga melakukan diskusi untuk membuat makalah ini.
Tauhid
dari segi bahasa berasal dari bahasa Arab dari akar kata wahida – yuhidu – tauhidan. Kata wahida itu sendiri dalam bahasa Arab artinya esa (Khunaifi, 2015).
Secara istilah, Tauhid adalah suatu konsep aqidah dalam Islam yang menyatakan
keesaan Allah SWT. Urgensi Tauhid yaitu seorang hamba meyakini dan mengakui
bahwa Allah SWT semata, Rabb (Tuhan)
segala sesuatu dan rajanya, sesungguhnya hanya Dia yang maha pencipta, maha
pengatur alam semesta, hanya Dialah yang berhak disembah, tiada sekutu baginya
dan setiap yang disembah selainNya adalah batil.
Sesungguhnya Allah SWT bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, maha suci
dari segala aib dan kekurangan. Allah SWT mempunyai nama-nama yang indah dan
sifat-sifat yang tinggi (Tuaijry, 2007). Makna kata Tauhid dalam kajian ilmu Tauhid
dibedakan menjadi dua yakni umum dan khusus. Tauhid dalam makna umum dipahami
sebagai bentuk kepercayaan terhadap Tuhan tang maha Esa. Sedangkan Tauhid dalam
makna khusus adalah tidak hanya menjelaskan kepercayaan saja melainkan juga
penegasan terhadap makna keesaan Tuhan dalam konsep maupun praktis (Khinaifi,
2015). Hakikat manusia memang
adalah bertauhid, seperti yang tertera pada Q.S Adz-Dzariyat: 56 dan Q.S
Al-Ikhlas: 1-4.
Sebagai
umat Islam bertauhid adalah suatu hal yang mutlak. Tauhid bisa dikatakan
sebagai identitas umat Islam atau modal utama seseorang dikatakan muslim.
Dengan bertauhid artinya kita mengakui bahwa tiada tuhan atau sesembahan selain
dari Allah SWT. Jika seseorang menghambakan dirinya kepada selain Allah, maka status
kemanusiaannya akan jatuh di bawah apa saja yang disembahnya, karena manusia
merupakan ciptaan yang paling mulia di antara ciptaan ciptaanNya yang lain
(Siradj, 2010). apabila seseorang mempercayai
sesembahan selain Allah maka bisa dinyatakan dia telah melakukan syirik. Dosa
syirik merupakan dosa paling besar di sisi Allah SWT dan hanya bisa diampuni
dengan taubat yang sebenar benarnya
taubat.
Tauhid merupakan suatu paham aqidah yang mempercayai
bahwa satu satunya Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah SWT. Adapun nama
lain dari ilmu Tauhid adalah:
·
Ilmu Kalam, mengungkapkan bagaimana cara
menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan (Islam) dengan bukti-bukti yang
meyakinkan, ia lebih menyerupai filsafat.
·
Ilmu Usluhuddin, menguraikan pokok-pokok
kepercayaan dalam agama dan juga karena membahas prinsip-prinsip agama Islam.
·
Ilmu Aqidah, hal hal yang meneguhkan kepercayaan atau keyakinan.
·
Ilmu Ma’rifah, hal mengenal Allah SWT dengan
keyakinan yang teguh dan tetap dalam satu prinsip.
·
Fiqh Akbar, membahas keyakinan atau
pokok-pokok agama atau ilmu Tauhid.
·
Ilmu Hakikat, menjelaskan hakikat segala
sesuatu, sehingga dapat meyakini akan kepercayaan yang benar.
·
Ilmu Filsafat Islam, membahas berbagai masalah
ketuhanan dengan menggunakan argumen logika. (Mahlil, 2016)
Menurut Hasan Al-Banna, ruang lingkup pembahasan
ilmu Tauhid meliputi:
·
Ilahiyat, pembahasan dalam ilmu Tauhid tentang
segala sesuatu yang berhubungan dengan Ilah (Tuhan).
·
Nubuwat, pembahasan tentang segala sesuatu
yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul. Termasuk pembahasan mengenai
kitab-kitab Allah, mukjizat, dan hal-hal yang bertalian baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan tugas dan misi kenabian.
·
Ruhaniyat, segala sesuatu yang berhubungan
dengan alam metafisik atau alam ghaib seperti alam jin, malaikat, roh dan
sebagainya.
·
Sam’iyat, tentang segala sesuatuyang hanya
dapat diketahui lewat sam’i atau
dalil naqli. Hal-hal yang sifatnya hanya merupakan pengabaran dari wahyu
melalui kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Rosul.
Dalam konteks yang lain,
ruang lingkup ilmu tauhid dapat juga mengikuti sistematika rukun iman, yakni
meliputi ketuhanan, malaikat-malaikat, kitab-kitab Allah, Nabi dan Rasul, Hari
akhir, dan qadla dan qadar.
1.
Tauhid mempunyai makna yang sangat kompleks,
namun secara garis besar tauhid lebih mengarah ke keyakinan yang mempercayai
bahwa tiada sembahan selain Allah SWT. Setiap muslim harus mengakui hsl
tersebut, jika tidak maka ia telah melakukan syirik atau menyekutukan Allah
SWT.
2.
Dalam tata kebahasaan bahasa Arab, jika suatu
hal mempunyai banyak nama maka hal tersebut tergolong dalam kategori mulia.
Dalam konteks Tauhid ini pastilah hal yang mulia karena tauhid merupakan
landasan utama kita berdiri di atas agama Allah ini.
3.
Secara garis besar, ruang lingkup tauhid ini
meliputi rukun iman, yakni; ketuhanan, malaikat-malaikat, kitab-kitab Allah,
Nabi dan Rasul, hari kiamat, dan qadla dan qadar.
Diharapkan
kepada teman-teman dan diri saya sendiri, dengan apa yang kami paparkan di atas
bisa menambah pemahaman dasar kita tentang tauhid, mampu menjadi ilmu yang
bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Dan semoga bisa menjadi amal jari’ah
bagi kita semua kelak.
Banna,H.A dalam BAB II Pengajaran Ilmu Tauhid;
21-79.
Khunaifi,A. 2015. ILMU TAUHID
sebuah pengantar menuju muslim moderat. CV
Karya Abadi Jaya, Jrakah.
Mahlil,A.M. 2016. Pengertian Ilmu Tauhid, Nama-Nama Objek Pembahasan Ilmu Tauhid, Peranan Akal dan Wahyu Dalam
Ilmu Tauhid, Hukum dan Hikmah,
Makna Kalimat Tauhid dan Implikasinya Dalam Kehidupan, (Online). (http://www.mahlil.com/2016/03/pengertian-ilmu-tauhid-nama-nama-lain.html?m=1).
Diakses 13 September 2017.
Quran Surah Adz-Dzariyat ayat 56.
Quran Surah Al-Ikhlas ayat1-4.
Siradj,S.A. (2010). Tauhid Dalam Perspektif Tasawuf. Islamica 5 (1);
152-160.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar