Sabtu, 10 Februari 2018

MAKALAH DEFINISI ILMU TAUHID DAN NAMA LAINNYA




Mengesakan Allah (Tauhid) dan menolak penyekutuan (Syirik) terhadapNya merupakan doktrin terpenting yang mendominasi pemahaman-pemahaman dan ajaran samawi. Hal itu juga merupakan asas segala macam ilmu dan ajaran Ilahiyyah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul, sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab suci yang diwahyukan kepada mereka. Selain itu, tauhid dan syirik termasuk diantara masalah yang disepakati oleh seluruh kaum Muslimin. Mereka semua, tak terkecuali, mengesakan (mentauhidkan) Allah SWT dari segi zat-Nya, perbuatan-Nya, serta ibadah kepada-Nya. Dalam pandangan mereka semua.
Allah SWT adalah Esa, tak ada yang menyamai-Nya dan tidak ada padanan baginya, sebagaimana Ia adalah satu-satunya Yang Berkuasa Penuh dan merupakan Pusat sumber segala pengaruh, Pelaku hakiki serta Pencipta sebenarnya dari segala yang kita sebut sebagai pelaku atau pencipata.
Allah SWT adalah satu-satunya Ma’bud (yang ditujukan ibadah kepada-Nya). Tak ada ma’bud selain-Nya, dan sama sekali tidak dibolehkan adanya ibadah kepada sesuatu selain-Nya. Maka dari itu kita sebagai umat Islam, kita harus memahami betul definisi tentang ilmu tauhid.

Rumusan masalah pada makalah ini adalah:
1.      Apa defenisi dari Tauhid ?
2.      Apa saja istilah  istilah dalam Tauhid ?
3.      Apa saja ruang lingkup dalam Tauhid ?

Adapun tujuan dari makalah ini yaitu:
1.      Untuk mengetahui apa defenisi dari Tauhid
2.      Untuk mengetahui istilah istilah dalam Tauhid
3.      Untuk mengetahui ruang lingkup dalam Tauhid

     Hasil diskusi dari makalah ini diharapkan dapat memberi informasi tentang Tauhid secara garis besar, sehingga memudahkan kita semua untuk melangkah ke materi yang selanjutnya.

     Dalam pembuatan makalah ini internet membantu kami dalam membuat jurnal dengan merujuk dari beberapa jurnal dan buku yang ada sebelumnya untuk menyusun makalah ini. Selain itu kami juga melakukan diskusi untuk membuat makalah ini.





     Tauhid dari segi bahasa berasal dari bahasa Arab dari akar kata wahida – yuhidu – tauhidan. Kata wahida itu sendiri dalam bahasa Arab artinya esa (Khunaifi, 2015). Secara istilah, Tauhid adalah suatu konsep aqidah dalam Islam yang menyatakan keesaan Allah SWT. Urgensi Tauhid yaitu seorang hamba meyakini dan mengakui bahwa Allah SWT semata, Rabb (Tuhan) segala sesuatu dan rajanya, sesungguhnya hanya Dia yang maha pencipta, maha pengatur alam semesta, hanya Dialah yang berhak disembah, tiada sekutu baginya dan setiap yang disembah selainNya adalah batil. Sesungguhnya Allah SWT bersifat dengan segala sifat kesempurnaan, maha suci dari segala aib dan kekurangan. Allah SWT mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang tinggi (Tuaijry, 2007). Makna kata Tauhid dalam kajian ilmu Tauhid dibedakan menjadi dua yakni umum dan khusus. Tauhid dalam makna umum dipahami sebagai bentuk kepercayaan terhadap Tuhan tang maha Esa. Sedangkan Tauhid dalam makna khusus adalah tidak hanya menjelaskan kepercayaan saja melainkan juga penegasan terhadap makna keesaan Tuhan dalam konsep maupun praktis (Khinaifi, 2015). Hakikat manusia memang adalah bertauhid, seperti yang tertera pada Q.S Adz-Dzariyat: 56 dan Q.S Al-Ikhlas: 1-4.
     Sebagai umat Islam bertauhid adalah suatu hal yang mutlak. Tauhid bisa dikatakan sebagai identitas umat Islam atau modal utama seseorang dikatakan muslim. Dengan bertauhid artinya kita mengakui bahwa tiada tuhan atau sesembahan selain dari Allah SWT. Jika seseorang menghambakan dirinya kepada selain Allah, maka status kemanusiaannya akan jatuh di bawah apa saja yang disembahnya, karena manusia merupakan ciptaan yang paling mulia di antara ciptaan ciptaanNya yang lain (Siradj, 2010).  apabila seseorang mempercayai sesembahan selain Allah maka bisa dinyatakan dia telah melakukan syirik. Dosa syirik merupakan dosa paling besar di sisi Allah SWT dan hanya bisa diampuni dengan taubat yang sebenar benarnya taubat.

     Tauhid merupakan suatu paham aqidah yang mempercayai bahwa satu satunya Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah SWT. Adapun nama lain dari ilmu Tauhid adalah:
·         Ilmu Kalam, mengungkapkan bagaimana cara menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan (Islam) dengan bukti-bukti yang meyakinkan, ia lebih menyerupai filsafat.
·         Ilmu Usluhuddin, menguraikan pokok-pokok kepercayaan dalam agama dan juga karena membahas prinsip-prinsip agama Islam.
·         Ilmu Aqidah, hal hal yang meneguhkan  kepercayaan atau keyakinan.
·         Ilmu Ma’rifah, hal mengenal Allah SWT dengan keyakinan yang teguh dan tetap dalam satu prinsip.
·         Fiqh Akbar, membahas keyakinan atau pokok-pokok agama atau ilmu Tauhid.
·         Ilmu Hakikat, menjelaskan hakikat segala sesuatu, sehingga dapat meyakini akan kepercayaan yang benar.
·         Ilmu Filsafat Islam, membahas berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan argumen logika. (Mahlil, 2016)

     Menurut Hasan Al-Banna, ruang lingkup pembahasan ilmu Tauhid meliputi:
·         Ilahiyat, pembahasan dalam ilmu Tauhid tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Ilah (Tuhan).
·         Nubuwat, pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul. Termasuk pembahasan mengenai kitab-kitab Allah, mukjizat, dan hal-hal yang bertalian baik secara langsung maupun tidak langsung dengan tugas dan misi kenabian.
·         Ruhaniyat, segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik atau alam ghaib seperti alam jin, malaikat, roh dan sebagainya.
·         Sam’iyat, tentang segala sesuatuyang hanya dapat diketahui lewat sam’i atau dalil naqli. Hal-hal yang sifatnya hanya merupakan pengabaran dari wahyu melalui kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Rosul.
          Dalam konteks yang lain, ruang lingkup ilmu tauhid dapat juga mengikuti sistematika rukun iman, yakni meliputi ketuhanan, malaikat-malaikat, kitab-kitab Allah, Nabi dan Rasul, Hari akhir, dan qadla dan qadar.




1.      Tauhid mempunyai makna yang sangat kompleks, namun secara garis besar tauhid lebih mengarah ke keyakinan yang mempercayai bahwa tiada sembahan selain Allah SWT. Setiap muslim harus mengakui hsl tersebut, jika tidak maka ia telah melakukan syirik atau menyekutukan Allah SWT.
2.      Dalam tata kebahasaan bahasa Arab, jika suatu hal mempunyai banyak nama maka hal tersebut tergolong dalam kategori mulia. Dalam konteks Tauhid ini pastilah hal yang mulia karena tauhid merupakan landasan utama kita berdiri di atas agama Allah ini.
3.      Secara garis besar, ruang lingkup tauhid ini meliputi rukun iman, yakni; ketuhanan, malaikat-malaikat, kitab-kitab Allah, Nabi dan Rasul, hari kiamat, dan qadla dan qadar.

     Diharapkan kepada teman-teman dan diri saya sendiri, dengan apa yang kami paparkan di atas bisa menambah pemahaman dasar kita tentang tauhid, mampu menjadi ilmu yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Dan semoga bisa menjadi amal jari’ah bagi kita semua kelak.





Banna,H.A dalam BAB II Pengajaran Ilmu Tauhid; 21-79.

Khunaifi,A. 2015. ILMU TAUHID sebuah pengantar menuju muslim moderat.      CV Karya Abadi Jaya, Jrakah.

Mahlil,A.M. 2016. Pengertian Ilmu Tauhid, Nama-Nama Objek Pembahasan        Ilmu Tauhid, Peranan Akal dan Wahyu Dalam Ilmu Tauhid, Hukum dan             Hikmah, Makna Kalimat Tauhid dan Implikasinya Dalam Kehidupan,      (Online). (http://www.mahlil.com/2016/03/pengertian-ilmu-tauhid-nama-nama-lain.html?m=1). Diakses 13 September 2017.

Quran Surah Adz-Dzariyat ayat 56.

Quran Surah Al-Ikhlas ayat1-4.

Siradj,S.A. (2010). Tauhid Dalam Perspektif Tasawuf. Islamica 5 (1); 152-160.

Tuaijry,M.A. (2007). Tauhid, Keutamaan dan Macam Macamnya. Team

Tidak ada komentar:

Posting Komentar