Sabtu, 10 Februari 2018

MAKALAH TAUHID- Sebagai Intisari Islam dan Manfaat Serta Tujuan Mempelajari Ilmu Tauhid


BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang Masalah
Ilmu tauhid adalah ilmu yang paling penting dalam agama islam. Sebab ilmu tauhid adalah Ilmu yang membahas tentang ajaran dasar dari agama islam. Mempelajari Ilmu tauhid juga menjadi hal yang wajib bagi setiap umat islam agar mengetahui mengapa kita percaya pada Allah. Tanpa mengetahui ilmu tauhid, kita tidak akan menemukan tujuan hidup sebenarnya, sebab seorang hamba harus tahu betul, siapa yang kita sembah. Oleh sebab itu, setiap orang islam harus berkeinginan mengenali seluk beluk agamanya secara mendalam melalui ilmu tauhid. Dalam Q.S. Al-Anbiya : 25,
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
Dalam surat tersebut menjelaskan betapa pentingnya tauhid bagi manusia, sehingga tauhid ditempatkan pada bagian pertama dan dan utama oleh semua agama, khususnya agama islam. Oleh karena itu, sangat penting sekali bagi kita, apa sebenarnya tauhid dalam inti dari agama islam, manfaat, serta tujuan tauhid tersebut untuk kehidupan manusia, dengan harapan bisa bermanfaat bagi pemakalah maupun yang membaca makalah ini.
   B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, didapatkan rumusan masalah sebagai berikut
1.    Mengapa Tauhid menjadi intisari islam?
2.    Apa manfaat mempelajari ilmu tauhid?
3.    Apakah tujuan mempelajari ilmu tauhid?

  C.  Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah yang penulis dapatkan, maka tujuan yang diharapkan bisa di capai dalam penulisan makalah ini adalah memahami tauhid sebagai intisari islam dan manfaat serta tujuan mempelajari ilmu tauhid untuk kehidupan manusia.




BAB II
PEMBAHASAN


A.  Tauhid menjadi Intisari Islam
Tauhid sebagai ajaran atau ilmu memiliki kedudukan yang tinggi dalam islam. Kedudukan tauhid dalam ilmu tauhid adalah sebabgai dasar atau pondasi utama bagi ajaran atau ilmu keislaman yang lain seperti syari’ah dan akhlak tasawuf. Dengan kata lain, tauhid berfungsi sebagai pintu gerbang yang mesti dilalui oleh ajaran atau ilmu-ilmu keislaman yang lain.[1]
Tauhid sebagai itisari Islam, nalarya seluruh nabi  dan seluruh  rasul itu punya tugas membawa  misi, minimal  2 misi yaitu risalah dan  nubuah. Misi nubuah yang di bawa nabi-nabi dari nabi  adam sampai nabi muhammad itu sama membawa misi tauhid yaitu Lailahaillallah (Tiada Tuhan Selain Allah).
Bisa di tafsirkan tiada dzat yang patut di sembah kecuali Allah, berarti meniadakan yang lain hanya ada satu itulah yang disebut tauhid. Agama yang dibawa nabi itu agama tauhid dimana intisari dari agama tauhid itu pengakuan terhadap tuhan yang satu. Sebab agama yang di bawa nabi itu hanya satu yang disebtu agama hanif. Ketika Al-Qur’an datang penamaanya berubah menjadi Islam. Penamaan Islam itu asalnya dari Allah.
B.  Manfaat  Mempelajari Ilmu Tauhid
Betapa pentingnya tauhid bagi kehidupan manusia, sehingga tauhid ditempatkan pada bagian pertama dan paling utama oleh semuan agama, khususnya agama samawi.  Berikut adalah manfaat dari mempelajari ilmu tauhid :
1.    Tauhid dapat memerdekakan umat manusia dari segala perbudakan dan penghambaan kecuali kepada Allah SWT. Yang menciptakan dengan bentuk yang sempurna.
2.    Tauhid dapat membantu dalam pembentukan kepribadian yang kokoh, arah hidup menjadi jelas, dan tidak mempercayai Tuhan kecuali hanya kepada Allah SWT. Kepada-Nya tempat menghadap, baik dalam kesendirian atau di tengah keramaian orang, dan selalu memohon kepada-Nya dalam keadaan sempit maupun lapang.
3.    Tauhid dapat memberikan kekuatan jiwa kepada pemiliknya dengan penuh harap kepada Allah SWT. Dan selalu bertawakal, ridha atas ketentuan-Nya, dan sabar terhadap musibah.
4.    Tauhid yang baik dan benar dapat menghilangkan sifat syirik ( menyekutukan Allah SWT ) yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhan-tuhan dan sesembahan yang banyak, yakni sesaat menghadap dan menyembah yang hidup, dan suatu saat menghadap dan menyembah kepada yang mati. Dalam firman-Nya Allah SWT. Menjelaskan : “Hai penghuni penjara, manakah yang lebih baik tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu, ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?”. (Q.S Yusuf: 39).
5.    Tauhid sebagai pondasi manusia dalam menjalani perintah dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagai hamba yang mulia untuk membentuk pribadi yang beriman dan bertaqwa.

C.  Tujuan Membelajari Ilmu Tauhid
Karena itu, tujuan ilmu tauhid dapat dirumuskan sebagai berikut.[2]
1)   Agar kita memperoleh kepuasan batin, keselamatkan dan kebahagian hidup di dunia dan di akhirat, sebagaimana yang dicita-citakan. Kalau hanya mengandalkan kemampuan akal saja, belum pasti dan tidak akan pernah berhasil mencapai kepuasan dan kebahagian. Sebagai bukti ialah bahwa kekacauan dunia dimana-mana ditimbulkan oleh mereka yang tidak bertauhid. Banyak pemerkosaan, pembunuhan, perampokan, bunuh diri, mabuk-mabukan hingga menjadi gila dan sebagainya. Semua itu adalah akibat karena orang tidak memberkati diri dengan iman dan tauhid. Manusia yang tidak memperhatikan segi-segi moral dan spiritual atau akidah dan hanya kehidupan lahir saja adalah manusia yang dihinggapi sikap batin yang beku (akalnya tidak berfungsi atau bekerja menurut semestinya). Oleh karena itu, manusia perlu penghidupan batinnya dengan iman dan tauhid, agar mau dan mampu mengikuti petunjuk Allah yang tidak mungkin salah, sehingga tujuan mencari kepuasan dan kebahagian itu benar-benar terjadi. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah: 189, yakni: “Dan bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berbahagia”
2)   Agar kita terhindar dari pengaruh akidah-akidah yang menyesatkan, yang sebenarnya hanya hasil pikiran atau kebudayaan semata-mata, atau hasil perubahan yang dilakukan terhadap seseorang Nabi dan Rasul yang sebenarnya. Sedangkan tujuan perubahan itu semata-mata politik, sehingga karenanya di dunia ini selalu terjadi perebutan pengaruh diantara penganut agama-agama yang berbeda-beda. Di satu pihak ingin menyebarluaskan serta mempertahankan kebenaran dan kejujuran dalam beragama, dilain pihak ingin mempertahankan pengaruhnya dalam masyarakat, Sebagaimana firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah: 213, yakni: “Manusia itu adalah umat yang satu (setelah timbul perselisihan, maka Allah mengutus para Nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi ganjaran dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri.”
3)   Agar terhindar dari pengaruh faham-faham yang dasarnya hanya teori kebendaan (materi) semata. Seperti kapitalisme, komunisme, sosialisme, materialism, kolonialisme dan sebagainya yang semuanya itu bertujuan hanya mengumpulkan dan memperebutkan harta. Sehingga dengan berpegang kepada iman yang benar dan tauhid, terhindarlah dari pengaruh ajaran yang menyesatkan.

BAB III
PENUTUP


A.  KESIMPULAN
Secara khusus alasan tingginya intisari ilmu tauhid adalah terkait dengan tingginya posisi iman seseorang dalam agama islam. Kedudukan iman menjadi kunci di terima atau tidaknya amal seseorang.
Manfaat dari ilmu tauhid yaitu membebaskan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan kecuali kepada Allah SWT dan sebagai pondasi manusia dalam menjalani perintah dan menjauhi segala larangan nya.
Tujuan ilmu Tauhid ialah memantapkan keyakinan atau kepercayaan agama dengan jalan akal fikiran disamping kemantapan hati bagi seseorang yang percaya padaNya dengan mempertahankan kepercayaan-kepercayaan tersebut dan berusaha menghilangkan berbagai keraguan yang masih melekat atau sengaja dilekatkan oleh lawan-lawan kepercayaan itu.

B.  SARAN
Menyadari penulisan dalam makalah masih jauh dari kata sempurna, untuk ini kedepan nya penulisan akan lebih baik lagi dalam menyusun makalah diatas dan dapat lebih dipertanggung jawabkan lagi dalam membuat referensi.
Maka dari itu, penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun terhadap penulisan makalah tersebut.





DAFTAR PUSTAKA

Khunaifi Agus, Ilmu Tauhid sebuah pengantar menuju muslim moderat, Semarang: Karya Abdi Jaya, cet. Ke-1 2015

Departemen Agama RI, Al Qur’an dan Terjemahanya Edisi Tahun 2002,Jakarta Timur: Darrus Sunnah, 2011

Zainuddin, IlmuTauhid Lengkap, Jakarta: Rineka Cipta, 1992,        






[1] Agus Khunaifi,M.Ag, Ilmu Tauhid sebuah pengantar menuju muslim moderat, (Semarang: Karya Abdi Jaya, cet. Ke-1 2015) hal 4
[2] Zainuddin, IlmuTauhid Lengkap, Jakarta: Rineka Cipta, 1992, hlm. 8-11.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar