Selasa, 13 Februari 2018

MAKALAH IMAN KEPADA MALAIKAT



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam agama Islam kita mengenal lima pilar agama yang lebih kita kenal dengan rukun iman. Salah satu pilar agama tersebut ialah iman kepada Malaikat-malaikat Allah. Para Malaikat sendiri hanya menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tidak ada satu pun manusia yang mengetahui ada berapa banyak jumlah Malaikat-malaikat Allah.
Walaupun manusia tidak dapat melihat Malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka Malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasa terjadi pada  Nabi dan Rasul. Kendati demikian, Malaikat merupakan makhluk kepercayaan Allah yang menjadi perantara dalam menyampaikan wahyu-Nya kepada Rasul.
Meskipun iman kepada Malaikat merupakan salah satu pilar agama, kita sendiri terkadang kurang memahami tentang apa itu Malaikat dan bagaimana cara beriman kepadanya. Maka dari itu, tanpa kita mengetahui bagaimana cara beriman kepada Malaikat kurang sempurnalah pilar agama yang kita bangun.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu Malaikat?
2.      Bagaimana cara iman kepada Malaikat?
3.      Bagaimana cara penerapan iman kepada Malaikat?





BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Malaikat
Secara bahasa kata Malaikat dari bahasa Arab merupakan bentuk jamak dari kata “Malaka atau malak” yang berarti kekuatan[1]. Dalam akidah Islam Malaikat adalah wakil atau pesuruh Allah untuk melakukan tugas-tugas tertentu.
Secara istilah Malaikat dapat diartikan sebagai kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk, dan taat pada perintah serta ketentuan Allah SWT. Malaikat sendiri merupakan perantara Allah untuk menyampaikan wahyu kepada Rasul sebelum diberikan kepada umat-Nya.
 Malaikat merupakan makhluk ghaib yang mempunyai jasad yang amat halus, diciptakan Allah dari cahaya dan mempunyai bentuk beraneka ragam, mereka senantiasa taat dan setia terhadap perintah Allah dan tidak pernah mendurhakai-Nya (QS. 66/Al-Tahrim:6). Sementara itu diriwayatkan dari Ikrimah, ia berkata: “Para Malaikat diciptakan dari nurul ‘izzah (cahaya kemuliaan), sedangkan Iblis diciptakan dari narul ‘izzah (api kemuliaan).
Malaikat itu disucikan dari kesyahwatan-kesyahwatan hawaniyah, terhindar sama sekali dari keinginan-keinginan hawa nafsu, terjauh dari perbuatan-perbuatan dosa dan salah. Mereka tidak seperti manusia yang suka makan, minum, tidur, berjenis lelaki atau wanita. Jadi mereka itu memang mempunyai sesuatu alam yang tersendiri.
Tidak ada yang mengetahui jumlah malaikat selain Allah, umat islam hanya diwajibkan mengetahui sepuluh malaikat sesuai dengan tugas-tugasnya yaitu:
a.       Malaikat jibril yang bertugas untuk menyampaikan wahyu
b.      Malaikat mikail yang bertugas untuk menurunkan rezeki
c.       Malaikat isrofil yang bertugas untuk meniup sangkakala pada hari akhir dan hari pembangkitan.
d.      Malaikat izrail yang bertugas untuk mencabut atau mengambil nyawa.
e.       Malaikat munkar bertugas untuk bertanya dalam kubur
f.       Malaikat nakir bertugas untuk bertanya dalam kubur
g.      Malaikat atid yang bertugas untuk mencatat segala amal perbuatan yang buruk yang dilakukan manusia.
h.      Malaikat raqib yang bertugas untuk mencatat segala amal perbuatan baik yang telah dilakukan manusia.
i.        Malaikat ridwan yang bertugas untuk menjaga pintu surga
j.        Malaikat malik yang bertugas untuk menjaga pintu neraka
Malaikat-malaikat tersebut sudah memiliki tugas masing-masing yang telah diberikan Allah. Namun, mereka memiliki sifat-sifat seperti yang digambarkan oleh hadis Nabi, yaitu:
1.      Tidak seorangpun yang mampu mengetahui hakikat para Malaikat kecuali Allah. Keberadaan mereka termasuk hal ghaib, tidak dapat disentuh oleh salah satu panca indera manusia. Akan tetapi umat islam wajib mempercayai bahwa malaikat itu benar-benar ada.
2.      Malaikat merupakan makhluk yang sangat pemalu.
3.      Malaikat adalah makhluk yang senantiasa mengucapkan tasbih baik siang maupun malam.
4.      Malaikat adalah makhluk yang senantiasa takut kepada Allah sehinngga mereka tidak bosan dalam melakukan tugas-tugasnya.
5.      Malaikat akan senantiasa mencintai orang-orang yang mencintai Tuh
6.       
7.      an mereka.
8.      Malaikat selalu menghhambakan diri kepada Allah dan patuh akan segala perinta-Nya, mereka tidak pernah berbuat maksiat dan berdurhaka kepada Allah.
9.      Malaikat adalah makhluk yang diciptakan dari cahaya, mereka senantiasa bersama dengan manusia tetapi manusia tidak dapat melihatnya.
10.  Malaikat mampu mengubah wujud mereka, terkadang seperti manusia[2].
B.     Cara Beriman Kepada Malaikat
Iman kepada Malaikat adalah yakin dan membenarkan bahawa Malaikat itu ada, diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya atau nur. Beriman kepada malaikat adalah perbuatan baik dan merupakan tanda-tanda kebenaran, kepercayaan, serta ketaqwaan. Sebenarnya keimanan itu belum dapat dianggap sebagai keimanan yang haqiqi, kecuali seseorang itu sudah beriman dengan alam rohani yakni alam malaikat dengan keyakinan yang sedikitpun tidak dicampuri oleh kebimbangan dan tidak pula diselundupi oleh angan-angan dan prasangka yang bukan-bukan.
            Beriman kepada malaikat dengan cara:
            Pertama, iman kepada wujud mereka sambil mengkai apakah mereka hanya ruh, memiliki jasad, atau memiliki ru dan jasad. Jika kita menganggap para malaikat memiliki jasad, jasad mereka tentu halus dan lembut. Jika halus dan lembut, berarti jasad mereka terbuat dari cahaya dan udara.
            Kedua, meyakini bahwa mereka suci dan bebas dari kesalahan. Allah berfirman tentang para malaikat; “mereka takut kepada tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka) An-Nahl;50
            Ketiga, meyakini bahwa mereka adalah perantara antara Allah dan manusia. Setiap malaikat ditugasi mengurus satu bagian dari alam semesta ini.
            Keempat, meyakini bahwa kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada nabi melalui perantaraan malaikat.
Jadi salah satu untuk mema’rifati alam malaikat adalah dengan mempercayai wahyu yang telah diturunkan kepada Rasulullah SAW, sebab hal itu memang termasuk dalam salah satu keghoiban dari sekian banyak keghoiban yang masih di rahasiakan oleh Allah SWT. [3]
C.    Penerapan Iman Kepada Malaikat
Setelah mengetahui cara beriman kepada malaikat Allah SWT maka yang selanjutnya harus kita lakukan adalah menerapkan iman kepada malaikat dalam perilaku kita sehari hari, seperti:
1.      Menjauhi dosa dan maksiat
Perbuatan yang paling menyakiti para malaikat adalah perbuatan dosa, maksiat, kekufuran, dan kesyirikan. Karena itu salah satu perkara paling penting yang dilakukan manusia agar dapat iman kepada malaikat ialah menghindari hal-hal tersebut. Sungguh para malaikat tidak akan mauk ketempat-tempat dan rumah-rumah yang di dalamnya terdapat perbuatan maksiat kepada Allah atau di dalamnya sesuatu yang di benci-Nya; seperti berhala, patung, gambar-gambar[4].
Kita tahu bahwasannya di kanan kiri kita terdapat malaikat yang siap mencatat amal kita baik dan buruk. Maka dari itu ada baiknya jika kita mengerjakan amal-amal baik dan merasa malu jika mengerjakan amal-amal buruk.    
2.      Tidak menganggu malaikat
Dinyatakan dalam hadist-hadist shahih bahwa para malaikat juga bisa terganggu sebagaimana halnya seperti manusia. Mereka merasa terganggu dengan aroma-aroma yang tidak sedap, kotoran, dan sampah. Bahkan, Rasulullah pernah memerintahkan orang yang datang ke masjid, sementara bau bawang merah dan bawang putih tercium olehnya, agar mereka keluar menjauh dari tempat tersebut.
3.      Tidak  meludah ke sebelah kanan ketika sholat
Rasulullah melarang orang yang sedang sholat meludah ke sebelah kanan, karena ada malaikat yang berdiri di sebelah kanan orang yang sedang shalat.
4.      Mencintai seluruh malaikat
Seorang muslim wajib mencintai seluruh malaikat tanpa membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Sebab, mereka semua adalah hamba Allah yang senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Mereka adalah satu kesatuan, yang tidak pernah berselisih dan tidak pula bercerai berai.
5.      Bersikap rendah hati
Seseorang yang telah beriman kepada Allah SWT akan bersikap rendah hati karena ia merasa bahwasannya ibadah yang ia lakukan belum ada apa-apanya dibanding ibadah yang dilakukan para malaikat.
D. HIKMAH BERIMAN KEPADA MALAIKAT
1.      Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia dibanding dengan makhluk lainnya termasuk para malaikat, namun ibadah dan kesyukuran yang ditampilkan manusia tidak sebanding dengan ibadah dan kesyukuran yang ditunjukan oleh para malaikat. Dengan iman kapada malaikat dan mengenali mereka secara benar, manusia akan sadar akan kelemahan dan kedurhakaannya kepada allah.
2.      Manusia akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah, sehingga tidak akan sewenang-wenang berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan tuntutan ajaran agama.
3.      Senantiasa berusaha mengadakan hubungan dengan para malaikat dengan jalan mensucikan jiwa dan meningkatkan ibadah kepada Allah, sebab seorang akan sangat beruntung apabila dia termasuk golongan yang sering didoakan oleh para malaikat tidak pernah ditolak Tuhan.
4.      Untuk menambah ketaqwaan kepada Allah, sebab segala perbuatan dan tindak tanduk yang dilakukan manusia tidak luput dari pengamatan Allah.

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Malaikat merupakan kekuatan-kekuatan yang patuh dan tunduk terhadap perintah-perintah Allah. Malaikat merupakan perantara Allah dalam menyampaikan wahyu-Nya kepada Rasulullah.
Tidak ada seorang pun manusia yang mengetahui berapa banyak jumlah Malaikat yang ada. Namun manusia wajib mengetahui sepuluh Malaikat beserta tugas tugasnya yang telah Allah tentukan.
Malaikat memiliki sifat yang berbeda dengan manusia. Manusia memang diciptakan sempurna oleh Allah, akan tetapi Malaikat lebih patuh dan tunduk kepada Allah dibanding manusia.
Beriman kepada Malaikat kita harus yakin tanpa ada keraguan, karena itu merupakan salah satu rukun agar sempurnanya agama dan keyakinan kita. Setelah kita beriman kepada Malaikat ada baiknya kita menerapkan dengan baik dan benar bagaimana saja perilaku beriman kepada Malaikat dalam kehidupan kita.
B.     Saran
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun untuk menyempurnakan makalah ini.





DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Umar Sulaiman, Serial Akidah & Rukun Iman, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2014
Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam, Jakarta: Kencana, 2009
Sabiq, Sayid, Aqidah Islam, Bandung: CV. Diponegoro, 1996


[1] Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam, Jakarta: Kencana, 2009 hlm. 365
[2] Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam, Jakarta: Kencana, 2009 hlm. 366
[3] Sayyid sabiq, aqidah islam, Bandung: CV.Diponegoro, 1996 hlm.205.
[4] Abdullah, Umar Sulaiman, Serial Akidah & Rukun Iman, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2014 hlm. 128

4 komentar:

  1. lima pilar dalam islam itu rukun islam mas bukan rukun iman, rukun islam : syahadat, shalat, puasa, zakat, haji. rukun Iman : Iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada rasul, iman kepada kitab, iman kepada hari akhir, iman kepada qadha dan qadar. jadi total rukun iman ada 6 ya mas.

    BalasHapus
  2. makasih atas penjelasannya.....................mudah mudahan dapat berguna bagi umat dan generasi mileneal sekarang

    BalasHapus
  3. Dalil yg mendukung tidak dibuat. untuk diberikan kepada siswa agak sulit memahaminya..

    BalasHapus