BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam agama Islam kita mengenal lima
pilar agama yang lebih kita kenal dengan rukun iman. Salah satu pilar agama
tersebut ialah iman kepada Malaikat-malaikat Allah. Para Malaikat sendiri hanya
menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tidak
ada satu pun manusia yang mengetahui ada berapa banyak jumlah Malaikat-malaikat
Allah.
Walaupun manusia tidak dapat melihat
Malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka Malaikat dapat dilihat oleh
manusia, yang biasa terjadi pada Nabi
dan Rasul. Kendati demikian, Malaikat merupakan makhluk kepercayaan Allah yang
menjadi perantara dalam menyampaikan wahyu-Nya kepada Rasul.
Meskipun iman kepada Malaikat merupakan
salah satu pilar agama, kita sendiri terkadang kurang memahami tentang apa itu
Malaikat dan bagaimana cara beriman kepadanya. Maka dari itu, tanpa kita
mengetahui bagaimana cara beriman kepada Malaikat kurang sempurnalah pilar
agama yang kita bangun.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa itu Malaikat?
2. Bagaimana cara iman kepada Malaikat?
3. Bagaimana cara penerapan iman kepada
Malaikat?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Malaikat
Secara bahasa kata Malaikat dari bahasa
Arab merupakan bentuk jamak dari kata “Malaka atau malak” yang berarti kekuatan[1].
Dalam akidah Islam Malaikat adalah wakil atau pesuruh Allah untuk melakukan
tugas-tugas tertentu.
Secara istilah Malaikat dapat diartikan
sebagai kekuatan-kekuatan yang patuh, tunduk, dan taat pada perintah serta
ketentuan Allah SWT. Malaikat sendiri merupakan perantara Allah untuk
menyampaikan wahyu kepada Rasul sebelum diberikan kepada umat-Nya.
Malaikat merupakan makhluk ghaib yang
mempunyai jasad yang amat halus, diciptakan Allah dari cahaya dan mempunyai
bentuk beraneka ragam, mereka senantiasa taat dan setia terhadap perintah Allah
dan tidak pernah mendurhakai-Nya (QS. 66/Al-Tahrim:6). Sementara itu
diriwayatkan dari Ikrimah, ia berkata: “Para Malaikat diciptakan dari nurul ‘izzah (cahaya kemuliaan),
sedangkan Iblis diciptakan dari narul
‘izzah (api kemuliaan).
Malaikat itu disucikan dari
kesyahwatan-kesyahwatan hawaniyah, terhindar sama sekali dari
keinginan-keinginan hawa nafsu, terjauh dari perbuatan-perbuatan dosa dan
salah. Mereka tidak seperti manusia yang suka makan, minum, tidur, berjenis
lelaki atau wanita. Jadi mereka itu memang mempunyai sesuatu alam yang
tersendiri.
Tidak ada yang mengetahui jumlah
malaikat selain Allah, umat islam hanya diwajibkan mengetahui sepuluh malaikat
sesuai dengan tugas-tugasnya yaitu:
a. Malaikat jibril yang bertugas untuk
menyampaikan wahyu
b. Malaikat mikail yang bertugas untuk
menurunkan rezeki
c. Malaikat isrofil yang bertugas untuk
meniup sangkakala pada hari akhir dan hari pembangkitan.
d. Malaikat izrail yang bertugas untuk
mencabut atau mengambil nyawa.
e. Malaikat munkar bertugas untuk bertanya
dalam kubur
f. Malaikat nakir bertugas untuk bertanya
dalam kubur
g. Malaikat atid yang bertugas untuk
mencatat segala amal perbuatan yang buruk yang dilakukan manusia.
h. Malaikat raqib yang bertugas untuk
mencatat segala amal perbuatan baik yang telah dilakukan manusia.
i.
Malaikat
ridwan yang bertugas untuk menjaga pintu surga
j.
Malaikat
malik yang bertugas untuk menjaga pintu neraka
Malaikat-malaikat tersebut sudah
memiliki tugas masing-masing yang telah diberikan Allah. Namun, mereka memiliki
sifat-sifat seperti yang digambarkan oleh hadis Nabi, yaitu:
1. Tidak seorangpun yang mampu mengetahui
hakikat para Malaikat kecuali Allah. Keberadaan mereka termasuk hal ghaib,
tidak dapat disentuh oleh salah satu panca indera manusia. Akan tetapi umat
islam wajib mempercayai bahwa malaikat itu benar-benar ada.
2. Malaikat merupakan makhluk yang sangat
pemalu.
3. Malaikat adalah makhluk yang senantiasa mengucapkan
tasbih baik siang maupun malam.
4. Malaikat adalah makhluk yang senantiasa
takut kepada Allah sehinngga mereka tidak bosan dalam melakukan tugas-tugasnya.
5. Malaikat akan senantiasa mencintai orang-orang
yang mencintai Tuh
6.
7. an mereka.
8. Malaikat selalu menghhambakan diri
kepada Allah dan patuh akan segala perinta-Nya, mereka tidak pernah berbuat
maksiat dan berdurhaka kepada Allah.
9. Malaikat adalah makhluk yang diciptakan
dari cahaya, mereka senantiasa bersama dengan manusia tetapi manusia tidak
dapat melihatnya.
10. Malaikat mampu mengubah wujud mereka,
terkadang seperti manusia[2].
B.
Cara Beriman Kepada Malaikat
Iman kepada Malaikat adalah yakin dan
membenarkan bahawa Malaikat itu ada, diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya atau
nur. Beriman kepada malaikat adalah perbuatan baik dan merupakan tanda-tanda
kebenaran, kepercayaan, serta ketaqwaan. Sebenarnya keimanan itu belum dapat
dianggap sebagai keimanan yang haqiqi, kecuali seseorang itu sudah beriman
dengan alam rohani yakni alam malaikat dengan keyakinan yang sedikitpun tidak
dicampuri oleh kebimbangan dan tidak pula diselundupi oleh angan-angan dan
prasangka yang bukan-bukan.
Beriman kepada malaikat dengan cara:
Pertama, iman kepada wujud mereka
sambil mengkai apakah mereka hanya ruh, memiliki jasad, atau memiliki ru dan
jasad. Jika kita menganggap para malaikat memiliki jasad, jasad mereka tentu
halus dan lembut. Jika halus dan lembut, berarti jasad mereka terbuat dari
cahaya dan udara.
Kedua, meyakini bahwa mereka suci
dan bebas dari kesalahan. Allah berfirman tentang para malaikat; “mereka takut
kepada tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang
diperintahkan (kepada mereka) An-Nahl;50
Ketiga, meyakini bahwa mereka adalah
perantara antara Allah dan manusia. Setiap malaikat ditugasi mengurus satu bagian
dari alam semesta ini.
Keempat, meyakini bahwa kitab-kitab
Allah yang diturunkan kepada nabi melalui perantaraan malaikat.
Jadi salah satu untuk mema’rifati alam
malaikat adalah dengan mempercayai wahyu yang telah diturunkan kepada Rasulullah
SAW, sebab hal itu memang termasuk dalam salah satu keghoiban dari sekian
banyak keghoiban yang masih di rahasiakan oleh Allah SWT. [3]
C.
Penerapan Iman Kepada Malaikat
Setelah
mengetahui cara beriman kepada malaikat Allah SWT maka yang selanjutnya harus
kita lakukan adalah menerapkan iman kepada malaikat dalam perilaku kita sehari
hari, seperti:
1. Menjauhi dosa dan maksiat
Perbuatan
yang paling menyakiti para malaikat adalah perbuatan dosa, maksiat, kekufuran,
dan kesyirikan. Karena itu salah satu perkara paling penting yang dilakukan
manusia agar dapat iman kepada malaikat ialah menghindari hal-hal tersebut.
Sungguh para malaikat tidak akan mauk ketempat-tempat dan rumah-rumah yang di
dalamnya terdapat perbuatan maksiat kepada Allah atau di dalamnya sesuatu yang di
benci-Nya; seperti berhala, patung, gambar-gambar[4].
Kita
tahu bahwasannya di kanan kiri kita terdapat malaikat yang siap mencatat amal
kita baik dan buruk. Maka dari itu ada baiknya jika kita mengerjakan amal-amal
baik dan merasa malu jika mengerjakan amal-amal buruk.
2. Tidak menganggu malaikat
Dinyatakan
dalam hadist-hadist shahih bahwa para malaikat juga bisa terganggu sebagaimana
halnya seperti manusia. Mereka merasa terganggu dengan aroma-aroma yang tidak
sedap, kotoran, dan sampah. Bahkan, Rasulullah pernah memerintahkan orang yang
datang ke masjid, sementara bau bawang merah dan bawang putih tercium olehnya,
agar mereka keluar menjauh dari tempat tersebut.
3. Tidak
meludah ke sebelah kanan ketika sholat
Rasulullah
melarang orang yang sedang sholat meludah ke sebelah kanan, karena ada malaikat
yang berdiri di sebelah kanan orang yang sedang shalat.
4. Mencintai seluruh malaikat
Seorang
muslim wajib mencintai seluruh malaikat tanpa membeda-bedakan antara satu
dengan yang lainnya. Sebab, mereka semua adalah hamba Allah yang senantiasa
melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Mereka adalah satu
kesatuan, yang tidak pernah berselisih dan tidak pula bercerai berai.
5. Bersikap rendah hati
Seseorang
yang telah beriman kepada Allah SWT akan bersikap rendah hati karena ia merasa
bahwasannya ibadah yang ia lakukan belum ada apa-apanya dibanding ibadah yang
dilakukan para malaikat.
D. HIKMAH BERIMAN KEPADA
MALAIKAT
1. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah
yang paling mulia dibanding dengan makhluk lainnya termasuk para malaikat, namun
ibadah dan kesyukuran yang ditampilkan manusia tidak sebanding dengan ibadah
dan kesyukuran yang ditunjukan oleh para malaikat. Dengan iman kapada malaikat
dan mengenali mereka secara benar, manusia akan sadar akan kelemahan dan
kedurhakaannya kepada allah.
2. Manusia akan senantiasa merasa diawasi
oleh Allah, sehingga tidak akan sewenang-wenang berbuat sesuatu yang tidak
sesuai dengan tuntutan ajaran agama.
3. Senantiasa berusaha mengadakan hubungan
dengan para malaikat dengan jalan mensucikan jiwa dan meningkatkan ibadah
kepada Allah, sebab seorang akan sangat beruntung apabila dia termasuk golongan
yang sering didoakan oleh para malaikat tidak pernah ditolak Tuhan.
4. Untuk menambah ketaqwaan kepada Allah,
sebab segala perbuatan dan tindak tanduk yang dilakukan manusia tidak luput
dari pengamatan Allah.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Malaikat merupakan kekuatan-kekuatan
yang patuh dan tunduk terhadap perintah-perintah Allah. Malaikat merupakan
perantara Allah dalam menyampaikan wahyu-Nya kepada Rasulullah.
Tidak ada seorang pun manusia yang
mengetahui berapa banyak jumlah Malaikat yang ada. Namun manusia wajib
mengetahui sepuluh Malaikat beserta tugas tugasnya yang telah Allah tentukan.
Malaikat memiliki sifat yang berbeda
dengan manusia. Manusia memang diciptakan sempurna oleh Allah, akan tetapi
Malaikat lebih patuh dan tunduk kepada Allah dibanding manusia.
Beriman kepada Malaikat kita harus yakin
tanpa ada keraguan, karena itu merupakan salah satu rukun agar sempurnanya
agama dan keyakinan kita. Setelah kita beriman kepada Malaikat ada baiknya kita
menerapkan dengan baik dan benar bagaimana saja perilaku beriman kepada
Malaikat dalam kehidupan kita.
B. Saran
Makalah ini kami akui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang kami miliki masih sangat kurang. Oleh karena
itu kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun
untuk menyempurnakan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Abdullah,
Umar Sulaiman, Serial Akidah & Rukun Iman, Jakarta: Pustaka Imam
Asy-Syafi’i, 2014
Harahap
Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam, Jakarta: Kencana,
2009
Sabiq,
Sayid, Aqidah Islam, Bandung: CV. Diponegoro, 1996
[1] Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam, Jakarta: Kencana, 2009 hlm. 365
[2] Harahap Syahrin, Hasan Bakti Nasution, Ensiklopedia Akidah Islam,
Jakarta: Kencana, 2009 hlm. 366
[3] Sayyid sabiq, aqidah islam,
Bandung: CV.Diponegoro, 1996 hlm.205.
[4] Abdullah, Umar Sulaiman, Serial
Akidah & Rukun Iman, Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2014 hlm. 128
lima pilar dalam islam itu rukun islam mas bukan rukun iman, rukun islam : syahadat, shalat, puasa, zakat, haji. rukun Iman : Iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada rasul, iman kepada kitab, iman kepada hari akhir, iman kepada qadha dan qadar. jadi total rukun iman ada 6 ya mas.
BalasHapusmakasih atas penjelasannya.....................mudah mudahan dapat berguna bagi umat dan generasi mileneal sekarang
BalasHapusMASOOOOOKK
BalasHapusDalil yg mendukung tidak dibuat. untuk diberikan kepada siswa agak sulit memahaminya..
BalasHapus